[TANAH DATAR], Selasa, 16 Desember 2025, 09.30 WIB — Pemerintah menargetkan kendaraan roda empat dapat kembali melintas di Jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, mulai 15–16 Desember 2025 setelah ruas tersebut putus akibat banjir bandang dan longsor pada 27 November 2025. Perbaikan dilakukan darurat dengan dukungan alat berat dan penanganan tebing rawan.
Jalur Lembah Anai merupakan penghubung vital Padang–Bukittinggi dan jalur distribusi antardaerah di Sumatera Barat. Dalam beberapa hari terakhir, pekerjaan difokuskan pada pembuatan dasar jalan darurat, penanganan titik putus, serta pengamanan area tebing curam yang berisiko runtuh saat hujan berlanjut.
Seiring progres, skema pembukaan bertahap diterapkan agar pekerjaan tetap aman dan arus kendaraan terkontrol. Pada fase awal, akses prioritas diberikan untuk kebutuhan mendesak dan kendaraan ringan sesuai arahan petugas di lapangan. Warga diminta tidak memaksakan diri melintas saat cuaca ekstrem.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo — ‘Alhamdulillah hari ini Jalan Lembah Anai sudah bisa dilewati motor. Mungkin paling lambat sekitar 15–16 Desember bisa dilewati mobil.’
Dampak bagi warga cukup luas: perjalanan menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan logistik UMKM yang sempat memutar melalui jalur alternatif kini berpeluang kembali lebih efisien. Namun, masyarakat diimbau menyiapkan waktu tempuh ekstra karena kemungkinan penerapan buka-tutup, pembatasan kecepatan, serta larangan berhenti di titik rawan longsor.
Sebagai latar, banjir bandang dan longsor akhir November 2025 mengubah alur sungai dan merusak badan jalan di kawasan Mega Mendung–Lembah Anai. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar memprioritaskan penanganan darurat dan menargetkan pembukaan untuk kendaraan ringan dalam rentang waktu maksimal dua pekan sejak awal penanganan darurat.
Langkah lanjut mencakup penguatan lereng, normalisasi aliran sungai yang bergeser, serta koordinasi mitigasi cuaca agar pekerjaan lapangan lebih efektif. Warga diminta memantau informasi resmi rekayasa lalu lintas, menghindari perjalanan malam saat hujan, dan mengutamakan keselamatan bila terlihat tanda longsor (retakan, guguran batu, debit air tiba-tiba naik).






