TAKENGON, ACEH TENGAH, Kamis, 27 November 2025, 21.00 WIB — Banjir dan longsor beruntun di Kabupaten Aceh Tengah menewaskan sedikitnya sembilan warga, menutup seluruh akses jalan utama menuju Takengon, dan memaksa lebih dari seribu jiwa mengungsi di puluhan titik sementara di dataran tinggi Gayo.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga telah menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor untuk wilayahnya. Ia menyebut empat titik longsor utama menjadi lokasi korban jiwa dan menegaskan bahwa tanah di beberapa lokasi masih terus bergerak, sehingga tim di lapangan diminta ekstra waspada dalam proses pencarian dan evakuasi.
Menurut laporan yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah daerah, sembilan korban meninggal berasal dari sejumlah kampung, antara lain Paya Tumpi, Daling, Kelopak Mata, dan Tami Dalem yang berada di sekitar kawasan wisata Natural Park.
Pemerintah juga mencatat sedikitnya 28 titik pengungsian dengan lebih dari 400 kepala keluarga atau sekitar 1.000 jiwa, angka yang diperkirakan terus bertambah karena hujan belum berhenti selama hampir sepekan.
“Pada hari ini dapat kami laporkan bahwa ada empat titik longsor yang mengakibatkan masyarakat kami berjumlah sembilan orang meninggal dunia. Aceh Tengah saat ini adalah daerah tanggap darurat, dan semua akses jalan menuju ke sini tertutup,” ujar Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, sembari meminta dukungan alat berat dan bantuan tambahan dari pemerintah pusat.
Dampak bagi warga dirasakan langsung di sektor pangan dan layanan dasar. Petani cabai dengan lahan yang disebut mencapai puluhan ribu hektare kesulitan mengirim hasil panen karena jalan ke Bireuen, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Pidie terputus akibat longsor.
Listrik dan jaringan telekomunikasi di sejumlah kecamatan juga dilaporkan padam sehingga memperlambat pendataan dan komunikasi dengan keluarga perantau.
Selain penanganan tanggap darurat, pemerintah kabupaten mendorong warganya di dekat lereng dan bantaran sungai untuk mengungsi lebih dulu ke titik aman, seraya menunggu cuaca membaik dan pembersihan material longsor oleh pemerintah Aceh, pemerintah pusat, dan mitra kemanusiaan. Warga di daerah rawan diimbau menunda perjalanan menuju Takengon hingga akses jalan dinyatakan aman. [Menunggu verifikasi]






