[BUKITTINGGI, Sumatera Barat], Minggu, 19 Oktober 2025, WIB — Status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada) setelah erupsi pada Selasa, 14 Oktober 2025 dini hari. BNPB dan PVMBG menegaskan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek serta mengingatkan potensi lahar jika hujan turun di puncak dan lereng.
Aktivitas kegempaan menunjukkan fase yang tetap perlu dicermati. Pengelola destinasi wisata dan pendaki diminta menunda kegiatan di zona terlarang. Pemerintah daerah melalui BPBD mengaudit jalur evakuasi di Agam, Tanah Datar, dan Kota Bukittinggi serta memastikan logistik masker bagi warga yang terdampak abu vulkanik.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB — “Marapi masih Level II (Waspada); mohon patuhi radius 3 km dan ikuti arahan PVMBG.”
Bagi warga, dampak potensial berupa abu tipis yang mengganggu pernapasan dan jarak pandang serta lahar dingin yang dapat menyapu bantaran sungai berhulu Marapi. UMKM di sektor wisata luar ruang agar memindahkan aktivitas ke area aman, dan sekolah dapat menyiapkan masker stok darurat untuk siswa jika terjadi abu.
Riwayat erupsi pada akhir September–awal Oktober menegaskan fase aktif yang fluktuatif. Data harian PVMBG masih menempatkan Marapi pada Level II, dengan rekomendasi tetap sama: hindari radius 3 km dan waspadai alur sungai saat hujan intens.
Langkah lanjut: pemutakhiran rambu peringatan di jalur masuk, simulasi evakuasi, dan koordinasi lintas kabupaten. Warga di Batu Palano, Sungai Puar, dan sekitarnya menutup sumber air saat abu turun dan membersihkan atap secara aman.






