Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Siaga Karhutla Muaro Jambi Diperpanjang hingga 2 November

Posko dan satgas tetap berjaga, warga diminta tidak membakar lahan meski hujan mulai turun

Hari Hutan Indonesia
Hari Hutan Indonesia

[MUARO JAMBI, JAMBI], Kamis, 23 Oktober 2025, WIB — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Minggu, 2 November 2025. BPBD menyatakan posko utama dan personel satgas tetap disiagakan mengingat curah hujan belum merata di seluruh kecamatan dan suhu siang masih di atas 30°C.

Perpanjangan status dilakukan setelah evaluasi lapangan menunjukkan beberapa desa masih rentan api. Data BPBD hingga akhir September 2025 menyebut total lahan terbakar di Muaro Jambi mencapai sekitar 273,75 hektare, tersebar di tujuh desa, di antaranya Gambut Jaya, Talang Duku, Sekernan, Lopak Alai, Suko Awin Jaya, Pematang Gajah, dan Bakung. Kebijakan ini dimaksudkan agar respons pemadaman tetap cepat saat muncul titik panas.

Anari Hasiholan Sitorus, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi — ‘Hujan belum merata. Kami tetap siagakan posko dan meminta warga tidak melakukan pembakaran. Jika ada asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani di awal.’

Baca Juga:  PON Bela Diri Kudus 2025: Atlet Sumatra Bidik Emas

Bagi warga desa-desa di areal gambut dan perkebunan, perpanjangan status berarti patroli dan razia peralatan bakar di kebun masih berlanjut. UMKM masker dan suplai air bersih di beberapa kecamatan tetap dibutuhkan, sementara sekolah dan puskesmas diminta memantau kualitas udara lokal serta menyiapkan ruang ramah anak bebas asap jika diperlukan.

Di tingkat provinsi, BPBD Jambi menyebut fokus penanganan karhutla masih berlanjut sambil menyiapkan evaluasi potensi banjir akhir Oktober bersama BMKG. Perubahan status dari siaga karhutla ke siaga banjir akan berbasis data curah hujan dan kondisi lapangan di kabupaten/kota.

Baca Juga:  Kebakaran Gambut di Sumatra Selatan Memaksa Pemerintah Umumkan Status Darurat

Langkah selanjutnya, BPBD Muaro Jambi meningkatkan patroli terpadu, memastikan pompa dan peralatan pemadaman siap, serta memperkuat sosialisasi larangan karhutla. Masyarakat diminta menjaga kanal, menutup akses api, dan melapor cepat jika menemukan pembakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *