Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Muba Waspada, TMA Sungai Musi Naik di Dua Titik

Pemantauan satgas dan kesiapsiagaan warga bantaran

Ilustrasi TMA Sungai Musi Musi Banyuasin (Kelly)
Ilustrasi TMA Sungai Musi Musi Banyuasin (Kelly)

[SEKAYU], Selasa, 20 Januari 2026, 10.00 WIB — BPBD Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, melaporkan kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Musi dan menetapkan kewaspadaan pada dua titik pantau. Kondisi ini mendorong peningkatan patroli satgas serta imbauan kesiapsiagaan bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

BPBD menyebut kenaikan terjadi di sejumlah lokasi pantau, dengan dua titik berstatus waspada setelah terjadi peningkatan signifikan dibanding pemantauan sebelumnya. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi banjir luapan, terutama saat hujan kembali terjadi di hulu dan wilayah sekitar aliran sungai.

Selain TMA, satgas juga memantau titik rawan genangan dan akses jalan lingkungan yang berpotensi terganggu bila debit terus meningkat. Pemerintah daerah meminta perangkat kecamatan/kelurahan memastikan jalur evakuasi, logistik dasar, serta koordinasi cepat bila ada warga yang memerlukan bantuan.

Baca Juga:  Harga Beras di Sumatra: Masih di Atas HET?

Marko Susanto, Kepala BPBD Musi Banyuasin, “Ada titik yang naik dan masuk status waspada; pemantauan satgas di lokasi rawan terus dilakukan dan warga diminta tetap siaga.”

Dampak yang paling cepat dirasakan warga biasanya berupa genangan di pekarangan, gang permukiman, serta gangguan aktivitas harian—terutama bagi pekerja sektor informal, pelaku UMKM di sekitar sungai, dan keluarga yang bergantung pada akses perahu/transport sungai. Karena itu, BPBD menekankan kesiapan dokumen penting, perlengkapan darurat keluarga, serta pemantauan kondisi anak-anak dan lansia.

Baca Juga:  Korban Banjir Pidie Jaya Butuh Tenda untuk Pulang

Secara kebijakan daerah, Muba juga menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi untuk periode musim hujan hingga 31 Mei 2026. Status ini menjadi payung kesiapsiagaan untuk mempercepat mobilisasi personel, koordinasi lintas OPD, dan kesiapan posko bila terjadi peningkatan eskalasi kejadian.

Langkah berikutnya, BPBD melanjutkan pembaruan data TMA harian, berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk patroli di titik rawan, serta menyiapkan respons cepat bila status meningkat. Warga diminta segera melapor ke aparat setempat bila terjadi kenaikan cepat, retakan tanggul, atau genangan memasuki rumah, dan menghindari aktivitas di tepi sungai saat arus menguat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *