Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Padang Pariaman Gandeng BBPOM Awasi Pangan

Program menyasar nagari, pasar tradisional, dan sekolah

Keamanan pangan Padang Pariaman (Pemkot Padang Pariaman)
Keamanan pangan Padang Pariaman (Pemkot Padang Pariaman)

PADANG PARIAMAN, Sabtu, 4 April 2026, 09.40 WIB — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui kerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang. Langkah ini dinilai penting karena menyentuh langsung produk yang dikonsumsi warga di nagari, pasar tradisional, dan sekolah.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan dukungan terhadap program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Terpadu yang dibahas bersama BBPOM pada 1 April 2026. Dalam laporan ANTARA Sumbar, pemkab menyatakan pengawasan akan diperkuat hingga ke tingkat nagari, pasar, dan sekolah. Laman resmi Pemkab Padang Pariaman juga menegaskan dukungan penuh terhadap program yang disebut strategis secara nasional itu.

Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Padang Elyunaida menjelaskan, program tersebut mencakup tiga komponen utama. Pertama, Desa Pangan Aman untuk membina desa memproduksi dan mengawasi pangan secara mandiri. Kedua, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang menitikberatkan pengawasan pangan segar dan olahan di pasar tradisional. Ketiga, Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman yang berfokus pada pembinaan kantin dan edukasi bagi siswa, guru, serta pedagang jajanan. Rangkaian program itu tertuang serupa dalam laporan ANTARA maupun laman resmi pemkab.

Baca Juga:  Pemerintah Hitung Kebutuhan Pemulihan Banjir Sumatra Rp 51,82 triliun

Bupati meminta perangkat daerah terkait berkolaborasi aktif agar program berjalan efektif. Penekanan ini menunjukkan pengawasan keamanan pangan tidak hanya bergantung pada BBPOM, tetapi juga menuntut dukungan dinas teknis, pengelola pasar, sekolah, dan aparat pemerintahan nagari. Untuk daerah dengan banyak aktivitas perdagangan dan UMKM pangan, pola pengawasan bersama seperti ini menjadi relevan agar edukasi berjalan seiring dengan pengawasan.

Baca Juga:  Kementan Dorong Padat Karya Pulihkan Pertanian Aceh–Sumut–Sumbar

Dampaknya bagi warga cukup nyata. Keamanan pangan yang lebih terpantau dapat menekan risiko peredaran produk yang tidak layak konsumsi, sekaligus memberi kepastian lebih baik bagi pelaku usaha kecil yang menjual pangan olahan. Bagi orang tua dan sekolah, pembinaan jajanan anak juga penting karena menyasar konsumsi harian yang dekat dengan siswa.

Baca Juga:  Padang Panjang Digitalisasi Naskah Kuno Masjid Asasi

Langkah berikutnya adalah memastikan program tidak berhenti di tingkat audiensi. Warga, pedagang, dan pengelola sekolah perlu mengikuti pembinaan serta arahan resmi bila program mulai diterapkan di lapangan. Keberhasilan pengawasan pangan akan sangat bergantung pada kepatuhan pelaku usaha dan konsistensi pengawasan di pasar, nagari, dan lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *