Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Pengamat Minta Langkah Konkret Dukung Ekonomi Sumut di Triwulan III 2025

Ekonomi Sumut berpotensi melambat tanpa percepatan belanja, investasi, dan penguatan sektor produktif

Ekonomi Sumut
Ekonomi Sumut

GEMASUMATRA.COM – Sejumlah pengamat ekonomi menyoroti kinerja perekonomian Sumatera Utara yang berpotensi melambat jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah dan pusat pada triwulan III tahun 2025. Mereka menekankan perlunya percepatan belanja pemerintah, penguatan investasi, serta dukungan terhadap sektor produktif.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumut pada semester I 2025 masih menunjukkan tren positif, namun belum cukup kuat untuk menopang target tahunan. Jika belanja pemerintah kembali tersendat di paruh kedua, dikhawatirkan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan melemah.

Pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara, Arif Hidayat, menegaskan bahwa realisasi anggaran harus segera dipercepat, terutama pada proyek infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah daerah jangan menunggu akhir tahun untuk menggenjot belanja. Triwulan III adalah momentum penting agar ekonomi daerah tidak kehilangan momentum,” ujarnya.

Baca Juga:  BPKS Bahas 26 Isu Strategis, Sabang Siap Jadi Pusat Infrastruktur dan Investasi

Selain itu, sektor investasi juga dinilai perlu mendapat perhatian. Investor lokal maupun asing masih menunggu kepastian regulasi dan kemudahan perizinan di Sumut. Jika hambatan birokrasi terus terjadi, potensi masuknya modal bisa berkurang.

Sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata menjadi tiga bidang yang diyakini mampu mendongkrak perekonomian Sumut. Namun, dukungan berupa infrastruktur, akses pasar, serta promosi pariwisata harus diperkuat. “Khusus pariwisata Danau Toba, perlu langkah konkret agar benar-benar menjadi magnet ekonomi, bukan sekadar jargon,” tambah Arif.

Baca Juga:  Apple Tingkatkan Investasi di Indonesia Menjadi Rp157 Miliar

Pelaku usaha di Medan juga berharap adanya stabilitas harga pangan, khususnya beras dan gula, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Mereka menilai pemerintah perlu mengatur distribusi bahan pokok lebih baik menjelang akhir tahun.

Jika langkah-langkah tersebut dijalankan secara konsisten, para pengamat optimistis Sumut masih bisa mencapai pertumbuhan di atas 5 persen pada 2025. Namun, tanpa intervensi nyata, target tersebut sulit dicapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *