[PEKANBARU, RIAU], Minggu, 9 November 2025, 12.30 WIB — Memasuki puncak musim hujan November, otoritas memperingatkan potensi banjir di sejumlah wilayah Riau. Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar apel kesiapsiagaan lintas instansi, BPBD Dumai mengimbau waspada banjir rob awal pekan, sementara Pemkab Siak melaporkan dampak banjir pada Oktober. Warga diminta memantau peringatan dini BMKG dan menyiapkan langkah mitigasi rumah tangga.
Di Pekanbaru, apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi digelar pada Rabu (5/11) dengan mengerahkan ratusan personel gabungan. Kegiatan ini menandai peningkatan status kesiapsiagaan menghadapi hujan yang lebih sering terjadi pada malam–dini hari di sejumlah kabupaten/kota Riau. BMKG Pekanbaru memprakirakan hujan ringan–sedang berpotensi turun pada rentang malam ini hingga dini hari di Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, serta mengingatkan peluang hujan lebat disertai petir di sebagian wilayah termasuk Dumai.
“Pekanbaru dan sekitarnya memasuki musim hujan, koordinasi mitigasi perlu ditingkatkan,” ujar Zulhelmi Arifin, Pj Sekdako Pekanbaru, saat apel kesiapsiagaan. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, menambahkan potensi hujan malam–dini hari perlu diwaspadai masyarakat dan pelaku aktivitas luar ruang.
Di pesisir, BPBD Dumai mengingatkan potensi banjir rob yang diperkirakan meningkat sejak Selasa (4/11) dan mencapai puncak 6–8 November, didorong kombinasi pasang laut dan hujan. Warga di Dumai Kota—antara lain sekitar Jalan Sultan Hasanuddin, Sultan Syarif Kasim, Budi Kemuliaan, Cempedak, dan kawasan Rimba Sekampung—diminta mengamankan peralatan listrik dan menempatkan barang penting di lokasi lebih tinggi.
Di Kabupaten Siak, pemerintah daerah menggelar apel siaga darurat bencana hidrometeorologi pada Rabu (5/11). Rekapitulasi Oktober mencatat banjir di lima kampung antara lain Merempan Hulu, Buantan Besar, Rantau Panjang, Sengkemang, dan Tuah Indrapura. Pada 21 Oktober, 213 kepala keluarga terdampak luapan air di empat kampung di Kecamatan Koto Gasib. Pemerintah daerah menekankan koordinasi lintas instansi dan kebersihan saluran air untuk mencegah genangan berulang.
Sebagai latar, peringatan dini banjir/longsor tingkat provinsi telah diterbitkan sejak 20 September dan berlaku hingga 30 November 2025. BPBD Riau sebelumnya mencatat laporan genangan/banjir sesaat di Pekanbaru, Dumai, dan Siak, serta mengusulkan penetapan siaga darurat banjir di daerah-daerah terdampak.
Periksa dan bersihkan drainase lingkungan; siapkan tas siaga (obat, senter, baterai cadangan, dokumen kedap air); parkir kendaraan di lokasi lebih tinggi saat peringatan hujan/rob; hindari menerobos arus banjir; laporkan kondisi ke posko BPBD setempat; pelaku usaha pasar dan UMKM mengangkat stok/barang mudah rusak di rak lebih tinggi dan amankan instalasi listrik.






