Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Petani Karet di Muaro Jambi Diserang Beruang, Dirawat Intensif

BKSDA turunkan tim penelusuran; warga diminta batasi aktivitas sendirian di kebun

Petani Karet
Petani Karet

MUARO JAMBI, Kamis, 30 Oktober 2025, WIB — Seorang petani karet berusia 50 tahun di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami luka serius setelah diserang beruang pada Rabu (29/10) sekitar pukul 09.00. Korban kini dirawat intensif di rumah sakit di Kota Jambi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menurunkan tim Seksi Konservasi Wilayah II untuk menelusuri keberadaan satwa tersebut dan memitigasi potensi serangan lanjutan. Polisi setempat membenarkan kejadian dan mengoordinasikan penanganan awal bersama perangkat desa.

Dari keterangan awal camat dan BKSDA, korban sempat berteriak minta tolong sebelum beruang melepaskan cengkeraman. Luka dialami di bagian paha, tubuh, dan muka. Tim gabungan mengumpulkan informasi jejak dan lokasi kemunculan untuk merancang langkah pengusiran/perangkap sesuai standar penanganan konflik satwa dilindungi.

Baca Juga:  Siaga Karhutla Muaro Jambi Diperpanjang hingga 2 November

“Kami sudah menerima laporan melalui call center dan tim berada di lapangan untuk penelusuran,” kata Agung Nugroho, Kepala BKSDA Jambi. Sementara itu, AKP Saaludin, Kasi Humas Polres Muaro Jambi, membenarkan korban tengah menjalani perawatan dan meminta warga waspada saat beraktivitas di kebun.

Bagi warga, insiden ini menuntut peningkatan kewaspadaan, terutama bagi pekebun yang beraktivitas pada jam-jam sepi. Disarankan berkelompok, membawa peluit/alarms, dan menghindari pembuangan sampah organik sembarangan yang berpotensi menarik satwa. Pemerintah desa dapat memperkuat patroli dan pengumuman dini.

Baca Juga:  Gunung Kerinci Alami Unrest, Pendaki Diminta Tunda Aktivitas

Dalam dua tahun terakhir, aparat kecamatan mencatat lebih dari satu kali konflik manusia–satwa di wilayah Mestong. Pembukaan lahan dan menyusutnya tutupan hutan diduga mendorong satwa memasuki area kebun. Edukasi mitigasi dan pemasangan papan peringatan di jalur rawan segera diintensifkan.

Berikut langkah lanjut: BKSDA memonitor pergerakan satwa dan menyiapkan opsi pemasangan perangkap jika diperlukan; Polsek setempat mengimbau warga melapor jika melihat tanda kehadiran beruang; pemerintah kabupaten mendorong sosialisasi teknik mitigasi konflik satwa kepada kelompok tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *