MEDAN, Jumat, 14 November 2025, 10.15 WIB — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Program Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) tahun 2025. Program ini menggabungkan pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi dalam satu kawasan, dengan fokus mengurangi kesenjangan akses desa-kota serta memperkuat distribusi logistik dan pangan.
Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Dermawan Siregar, menjelaskan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut bahwa INSTANSI didukung skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD). Di bawah PHTC, Bidang Bina Marga membangun enam ruas jalan provinsi sepanjang 16,997 km dengan anggaran sekitar Rp106,32 miliar, serta lima jembatan sepanjang 217 meter dengan biaya Rp82,62 miliar. Bidang Sumber Daya Air (SDA) merehabilitasi dua daerah irigasi di Simalungun dan Serdang Bedagai senilai Rp7,36 miliar.
Melalui PSD, Dinas PUPR juga mengerjakan enam ruas jalan sepanjang 26,6 km di Kepulauan Nias dengan anggaran sekitar Rp160,15 miliar. Di sisi pengendalian banjir dan pengamanan sungai, empat kegiatan dilaksanakan di Padangsidimpuan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Tengah, dan Simalungun dengan total biaya Rp14,95 miliar. Untuk air minum, bidang Cipta Karya memaksimalkan layanan SPAM Regional Mebidang dengan pembangunan jaringan distribusi utama di Martubung dan extension off taker ke Binjai senilai Rp59 miliar.
“INSTANSI ini kami rancang agar satu paket infrastruktur bisa langsung dirasakan warga. Jalan yang mulus tanpa jembatan dan irigasi yang baik tidak akan optimal, begitu juga sebaliknya. Karena itu, kami menggabungkannya dalam satu kawasan,” ujar Hendra. Ia menambahkan, Dinas PUPR menambah sumber daya lapangan dan mengoptimalkan waktu kerja agar proyek selesai tepat mutu dan tepat waktu.
Bagi warga, program ini diharapkan mempersingkat waktu tempuh antar-kecamatan, menurunkan biaya angkut hasil pertanian, dan membuka akses layanan pendidikan serta kesehatan di daerah yang selama ini terisolasi. Di Kepulauan Nias, perbaikan ruas jalan provinsi akan memudahkan distribusi barang kebutuhan pokok dan mendorong pariwisata, sementara rehabilitasi irigasi di Simalungun dan Serdang Bedagai ditujukan menjaga produktivitas sawah dan tanaman pangan.
Program INSTANSI juga sejalan dengan rencana pengembangan infrastruktur wilayah Sumut 2025–2034 yang menempatkan konektivitas dan ketahanan pangan sebagai pilar utama. Pemerintah daerah didorong lebih aktif mengintegrasikan proyek jalan, irigasi, dan air minum dengan pengembangan sentra produksi pangan, kawasan industri, dan destinasi wisata agar multiplier effect ekonomi lebih terasa bagi UMKM lokal.
Ke depan, Pemprov Sumut menargetkan seluruh paket INSTANSI 2025 selesai sesuai kontrak. Dinas PUPR menyatakan akan memperketat pengawasan mutu dan mengoptimalkan koordinasi dengan kabupaten/kota, termasuk penanganan titik rawan banjir di jalur utama dan percepatan pembebasan lahan. Pemerintah mengimbau warga dan pelaku usaha untuk aktif melaporkan kendala lapangan, misalnya kerusakan badan jalan selama masa konstruksi, agar penyesuaian cepat dilakukan.






