SIAK SRI INDRAPURA, Minggu, 11 Januari 2026, 10.35 WIB — BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mencatat tidak ada titik panas (hotspot) terdeteksi di Riau pada Minggu, 11 Januari 2026. Di Kabupaten Siak, kepolisian tetap memperkuat patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area yang dinilai rawan saat cuaca berubah cepat.
Data BMKG menunjukkan jumlah hotspot di Riau pada periode 11 Januari 2026 tercatat 0 titik. Pada ringkasan yang sama, total hotspot di wilayah Sumatera juga tercatat 0 titik, sehingga pemantauan lebih diarahkan pada pencegahan dini, kondisi lahan gambut, dan respons cepat bila ada indikasi asap.
Meski demikian, langkah kewaspadaan tetap dijalankan. Di Siak, jajaran Polres melaporkan kegiatan patroli dan pemantauan kondisi lahan, sekaligus pengecekan sarana pencegahan di tingkat kampung agar respons awal bisa dilakukan sebelum api membesar.
Kapolres Siak AKBP Eka Ariyanto menekankan pentingnya deteksi dini dan disiplin pencegahan. “Fokus kami pencegahan dan memastikan kesiapsiagaan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan kegiatan kepolisian yang dipublikasikan pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dampaknya bagi warga, situasi tanpa hotspot membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap dan menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, terutama transportasi sungai-darat serta rantai pasok komoditas perkebunan. Namun warga di wilayah yang berdekatan dengan lahan gambut tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sebagai latar belakang, periode awal tahun di Riau kerap memasuki fase cuaca yang berubah-ubah. Hujan dapat menurunkan risiko kebakaran, tetapi angin dan hari tanpa hujan beberapa hari beruntun bisa menaikkan kerentanan, khususnya di lahan kering dan gambut.
BMKG dan aparat daerah mengingatkan warga untuk melapor cepat bila menemukan indikasi kebakaran, asap, atau aktivitas pembakaran. Patroli akan dilanjutkan, termasuk sosialisasi larangan membakar lahan, serta kesiapan peralatan pemadaman di titik-titik rawan.






