GEMASUMATRA.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Padang–Sicincin, Sumatera Barat, Minggu siang. Sebuah bus milik perusahaan Antar Lintas Sumatra (ALS) terguling saat melintas di pintu keluar tol hingga mengakibatkan dua penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Peristiwa nahas ini membuat panik para penumpang. Sebagian besar korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sementara dua korban jiwa telah dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing.
Polresta Padang memastikan telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga akibat kelalaian sopir yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali.
Kapolresta Padang menyatakan sopir bus ALS tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hingga berita ini diturunkan, sopir berinisial “R” itu melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi. “Kami akan memburu tersangka ke mana pun. Tidak ada toleransi bagi kelalaian yang menyebabkan korban jiwa,” tegasnya.
Insiden ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Dinas Perhubungan Sumatera Barat mengingatkan perusahaan otobus agar memastikan kelayakan armada sebelum beroperasi. Selain itu, pelatihan dan evaluasi terhadap sopir juga dianggap penting guna menghindari kecelakaan serupa.
Salah seorang penumpang selamat mengaku bus melaju dengan kecepatan tinggi sejak dari awal perjalanan. Beberapa penumpang sempat mengingatkan sopir untuk mengurangi kecepatan, namun tidak diindahkan. “Kami sudah takut sejak tadi, akhirnya benar terjadi kecelakaan,” katanya dengan wajah pucat.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di ruas tol baru Padang–Sicincin yang masih dalam tahap pengoperasian. Masyarakat menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap kendaraan besar yang melintas, mengingat jalur tol ini masih relatif baru dan belum semua pengendara terbiasa dengan kondisinya.
Kecelakaan bus ALS di Tol Padang–Sicincin yang menewaskan dua orang menjadi peringatan serius akan pentingnya keselamatan berkendara. Polisi telah menetapkan sopir sebagai tersangka dan melakukan pengejaran. Masyarakat berharap perusahaan otobus lebih ketat dalam mengawasi armada dan sopir demi keselamatan penumpang.






