Selat Sipora – Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat – Sebanyak 18 orang, termasuk pejabat daerah dan tiga anak, mengalami kecelakaan laut saat speedboat yang mereka tumpangi terbalik di Selat Sipora, Mentawai.
Kejadian ini terjadi akibat badai mendadak dan gelombang tinggi saat kapal bergerak dari Sikakap menuju Tuapejat sekitar pukul 11 siang WIB.
Tim SAR dari Basarnas, BPBD, dan bantuan masyarakat berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dalam kondisi selamat pada keesokan harinya setelah pencarian berlangsung semalaman.
Sebanyak 10 penumpang, termasuk anak-anak dan satu anggota DPRD lokal, ditemukan berpaut pada reruntuhan kapal di kawasan pantai Guluk-Guluk dan sekitar Desa Matobe.
Sementara itu, tujuh orang lainnya, termasuk dua kru, berhasil berenang hingga ke perkampungan nelayan Mapinang setelah beberapa jam terombang-ambing di laut.
Semua korban langsung dilarikan ke Tuapejat untuk pemeriksaan medis. Mayoritas dinyatakan stabil, meski beberapa mengalami kelelahan dan dehidrasi.
Kepala SAR wilayah Mentawai, Rudi, mengatakan bahwa korban melaporkan kapal diterjang gelombang dari samping hingga akhirnya terbalik secara tiba-tiba.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi cepat tanggap tim SAR dan warga setempat.
Ia juga menegaskan akan mengevaluasi prosedur keselamatan pelayaran, khususnya dalam musim cuaca ekstrem.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan transportasi laut di Indonesia, terutama di kawasan kepulauan seperti Mentawai yang rentan terhadap kecelakaan akibat cuaca buruk dan lemahnya infrastruktur keselamatan.






