OKU SELATAN, Minggu, 16 November 2025, 10.15 WIB — Menyambut puncak musim hujan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiagakan sekitar 800 personel gabungan untuk menghadapi potensi banjir dan longsor. Kesiapsiagaan itu ditandai dengan Apel dan Simulasi Gladi Kesiapsiagaan Bencana Banjir yang dipimpin Gubernur Herman Deru di Lapangan AURI Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, Jumat (14/11/2025).
Personel yang terlibat berasal dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, dinas terkait, relawan, hingga unsur pemerintah kabupaten. Apel dipusatkan di kawasan Danau Ranau yang dikenal rawan banjir dan longsor di sekitarnya, sekaligus menjadi ajang pengujian sarana prasarana, mulai dari perahu evakuasi, alat komunikasi, hingga dapur umum dan tenda pengungsian.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi—seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang—menjadi ancaman nyata yang tidak bisa dianggap sepele di musim hujan. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan peralatan agar respon di lapangan cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng perbukitan.
“Musim hujan bukan untuk ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan kewaspadaan dan persiapan matang. Simulasi ini untuk memastikan semua tahu peran masing-masing ketika sirene darurat dibunyikan,” ujar Herman Deru dalam apel tersebut, sebagaimana diberitakan sejumlah media lokal. Arahan ini juga ditujukan kepada pemerintah kabupaten/kota agar memperbarui peta rawan bencana dan jalur evakuasi di wilayahnya.
Bagi warga, gladi kesiapsiagaan ini memberikan gambaran langkah konkret saat banjir datang: bagaimana proses evakuasi keluarga, titik kumpul yang aman, hingga alur distribusi bantuan logistik. Wilayah-wilayah di hulu sungai dan sekitar Danau Ranau menjadi perhatian khusus, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan lebat–sangat lebat di Bengkulu dan hujan sedang–lebat di Sumatra Selatan pada periode 10–16 November 2025.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong kabupaten/kota memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki drainase, menjaga daerah resapan air, serta rutin melakukan edukasi kebencanaan di sekolah dan komunitas lokal. Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda kenaikan debit air dan segera mengungsi ke tempat aman bila ada peringatan dari petugas, agar simulasi yang digelar di Banding Agung benar-benar berujung pada penyelamatan nyawa saat bencana datang.






