Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Tapteng Percepat Pemulihan Akses, Jembatan Bailey Berfungsi

SAR dan distribusi bantuan masih berjalan di sejumlah kecamatan terdampak

Jembatan Bailey Tapanuli Tengah
Jembatan Bailey Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH, Rabu, 14 Januari 2026, 14.05 WIB — Pemulihan akses transportasi di Kabupaten Tapanuli Tengah terus dipercepat pascabencana banjir dan longsor. BNPB melaporkan pemasangan Jembatan Bailey di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, telah rampung sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik kembali berjalan lebih lancar.

Dalam pembaruan penanganan darurat, BNPB menyebut akses utama yang menghubungkan Kota Padangsidimpuan dengan Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga kembali dapat dilalui kendaraan setelah Jembatan Bailey terpasang. “Progres 100 persen” dan jembatan dinyatakan berfungsi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan bantuan.

BNPB juga menyampaikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung di sektor-sektor prioritas, termasuk wilayah Kecamatan Sibabangun dan Aloban Bair di Tapanuli Tengah. Upaya pencarian dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel dan kondisi cuaca.

Baca Juga:  Banjir Bandang OKU Selatan: 3 Warga Meninggal

Selain pemulihan akses, pengerahan alat berat menjadi bagian penting pembersihan material longsor, normalisasi alur sungai, dan perbaikan badan jalan. BNPB mencatat puluhan unit alat berat dikerahkan, termasuk konsentrasi di Tapanuli Tengah untuk percepatan pembukaan jalur dan dukungan logistik.

Bagi warga, berfungsinya jembatan darurat berdampak langsung pada akses menuju layanan kesehatan, sekolah, dan suplai bahan pangan. Arus barang yang sempat tersendat di beberapa titik kini lebih mudah masuk, terutama untuk kebutuhan posko pengungsian, dapur umum, serta distribusi air bersih dan obat-obatan.

Baca Juga:  116 Korban Tewas, 42 Hilang Akibat Banjir-Longsor

Sebagai konteks bencana yang lebih luas, BNPB sebelumnya melaporkan dampak korban jiwa dan pengungsian di Sumatera Utara masih besar, dengan Tapanuli Tengah termasuk wilayah yang terdampak berat. Pembaruan data tingkat regional juga menekankan pentingnya percepatan infrastruktur vital di wilayah terdampak.

Langkah berikutnya, warga diminta tetap berhati-hati saat melintasi jalur yang baru pulih, terutama ketika hujan kembali meningkat. Pemerintah daerah dan petugas lapangan juga diharapkan memperbarui informasi kondisi jalan serta rute alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian antarkecamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *