Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Titik Panas Naik, Karhutla Kembali Muncul di Lima Daerah Riau

18 titik panas terpantau, BPBD siagakan personel; warga diminta kurangi pembakaran terbuka

Ilustrasi kebakaran hutan
Ilustrasi kebakaran hutan

[PEKANBARU, RIAU], Sabtu, 1 November 2025, WIB — Titik panas kembali meningkat di Riau pada Sabtu (1/11). BMKG Pekanbaru mendeteksi belasan hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, sementara BPBD mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul di sedikitnya lima daerah. Kondisi panas terik mempercepat penjalaran api dan menurunkan kualitas udara di area terdampak.

Di lapangan, BPBD dan Damkar kabupaten/kota melakukan pemadaman darat di beberapa lokasi lahan terbakar. Laporan harian menyebut sebaran karhutla antara lain di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Siak, serta Kota Dumai. Di Pekanbaru, petugas juga memadamkan api di sejumlah titik lahan kosong di tepi jalan arteri.

BMKG Pekanbaru melaporkan 18 titik panas dengan kepercayaan menengah–tinggi tersebar di selatan dan tengah Riau. “Hotspot terbanyak hari ini muncul di Kuantan Singingi dan Pelalawan,” ujar Gita Dewi S, forecaster on duty BMKG Pekanbaru. BPBD Riau menyebut akumulasi lahan terbakar sepanjang Januari–Oktober 2025 mendekati 2.000 hektare.

Baca Juga:  Riau Hujan Lebat Berpotensi Pagi–Siang, Waspada Petir

“Fokus kami pemadaman darat, pendinginan, dan patroli pencegahan. Warga diminta tidak membakar lahan untuk membuka kebun,” kata pejabat BPBD Riau dalam keterangan tertulis.

Bagi warga, dampak langsung berupa asap lokal di sekitar titik kebakaran, potensi iritasi saluran napas, dan jarak pandang menurun di jalur lintas tertentu. Pelaku usaha kecil di sekitar lokasi juga terdampak karena aktivitas pasar dan jalan lingkungan sempat ditutup sementara saat pemadaman.

Baca Juga:  BNPB Bubarkan Satgas Karhutla, Implikasi bagi Sumatra

Sebagai perbandingan, Riau masih menjadi salah satu provinsi rawan karhutla di Sumatra. Luas terbakar tahun berjalan mendekati angka 2023–2024 pada periode yang sama, dengan pola kejadian berulang di wilayah gambut dangkal.

Langkah lanjutan: pemantauan hotspot oleh BMKG dan Manggala Agni, patroli terpadu TNI/Polri–BPBD, serta imbauan tegas agar masyarakat menghentikan pembakaran terbuka. Jika melihat asap awal, warga dapat melapor ke posko BPBD setempat dan menjauhi area kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *