[PEKANBARU/RIAU], Senin, 27 Oktober 2025, WIB — Progres fisik Tol Lingkar Pekanbaru mencapai 62,3% per 17 Oktober 2025 dengan pembebasan lahan 78,5%. Jembatan Siak VI pada koridor ini sudah tersambung 20 Oktober 2025, membuka akses baru untuk mengurai kemacetan kawasan utara–barat Pekanbaru dan jalur logistik Riau.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting jaringan tol di Riau yang menghubungkan Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru serta terkoneksi dengan Tol Pekanbaru–Dumai dan Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar. Hutama Karya menargetkan penyelesaian konstruksi pada akhir 2026 seiring percepatan di lahan bebas.
“Menyambung segmen terakhir sesuai jadwal; ini memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi,” ujar Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. Ia menekankan manfaat jembatan sebagai penghubung baru arus barang/jasa lintas Sungai Siak.
Bagi warga, manfaat awal akan dirasakan pada distribusi logistik dan pergerakan harian Rumbai–Muara Fajar–Palas. Lalu lintas berat memiliki alternatif jalur lintas sungai tanpa memadati jembatan eksisting, sehingga potensi waktu tempuh dan biaya operasional transportasi dapat menurun.
Infrastruktur kunci dalam ruas ini adalah Jembatan Siak VI dengan bentang utama 97,5 meter dan side span 59,5 meter. Desain jalan tol dua lajur per arah berkecepatan rencana 100 km/jam, dengan akses di Rimbo Panjang, Jalan Siak, dan Muara Fajar.
Tahap berikutnya meliputi penyelesaian simpang susun, pekerjaan overlay, sistem keselamatan aktif, dan pembangunan rest area Tipe A yang dirancang mengakomodasi produk UMKM lokal. Target operasi bertahap akan mengikuti kesiapan konstruksi dan perizinan teknis [Menunggu verifikasi].






