Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Warga Medan Area Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

Lahan kosong disulap jadi kebun sayur, warga Medan Area panen manfaat ekonomi dan lingkungan

Tata guna lahan
Tata guna lahan

GEMASUMATRA.COM – Program pemanfaatan lahan tidur yang digagas Pemerintah Kota Medan mulai menunjukkan hasil nyata. Warga di Kelurahan Medan Area menjadi salah satu contoh keberhasilan dengan mengubah lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai menjadi lahan produktif.

Lurah Medan Area menjelaskan bahwa lahan yang semula ditumbuhi semak belukar kini disulap menjadi kebun sayur dan cabai. Hasil panen tidak hanya dikonsumsi oleh warga, tetapi juga dijual ke pasar lingkungan, sehingga memberi tambahan penghasilan bagi keluarga. “Dengan gotong royong, lahan yang tadinya tidak bermanfaat kini menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Program ini selaras dengan arahan Wali Kota Medan, Ricardo Tri Putra Waas, yang sebelumnya mengajak setiap kelurahan memanfaatkan lahan tidur agar produktif. Pemko Medan juga mendukung dengan memberikan bibit, pupuk, serta pelatihan teknis kepada warga.

Baca Juga:  Sumbar Punya 3,34 Juta Hektare Lahan Pertanian, Gubernur: Modal Besar Ketahanan Pangan

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan program ini. Selain menghemat biaya dapur karena bisa memanen sayuran sendiri, mereka juga merasa lingkungan lebih asri. “Sekarang halaman kampung lebih hijau, kami juga lebih kompak karena sering gotong royong merawat tanaman,” kata seorang ibu rumah tangga yang ikut mengelola lahan.

Pengamat pertanian perkotaan menilai inisiatif warga Medan Area patut dijadikan contoh bagi kelurahan lain. Menurutnya, urban farming tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendukung ketahanan sosial dengan mempererat hubungan antarwarga.

Baca Juga:  Pemerintah Luncurkan Program Satu Juta Sapi Perah Senilai Rp48 Triliun untuk Ketahanan Pangan

Pemko Medan menargetkan program pemanfaatan lahan tidur bisa diperluas ke seluruh kecamatan. Dengan begitu, lahan-lahan kosong di perkotaan tidak lagi terbengkalai, melainkan menjadi bagian dari solusi pangan sekaligus penggerak ekonomi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *