Keempat sektor otomotif, sektor otomotif juga mengalami kenaikan biaya produksi, salah satunya Forld Motor menyampaikan bahwa harga kendaraan mereka akan naik apabila tarif tidak segera diturunkan, dan kenaikan ini tentu akan memberatkan konsumen, Kemudian General mobil juga menyatakan bahwa apabila tarif tetap dinaikan maka produsen mobil akan mengalami kerugian dan gagal melakukan investasi lebih lanjut, hal ini disebakan karena General mobil sangat ketergantungan dengan perakitan dari luar negeri, salah satunya perakitan kendaraan listrik.
Kelima sektor kesehatan,berdampak terhadap berkurangnya peralalatan medis serta pasokan obat – obatan yang terjadi akibat kenaikan harga, dampak ini kemudian akan dibebankan pada pasien dan pihak asuransi, tak hanya itu perusahaan farmasi dan alat kesehatan juga akan mengalami kerugian akibat dari penetapan tarif impor, besarnya tarif yang dibebankan berdampak terhadap pengembangan, penelitian dan inovasi dibidang kesehatan, sehingga akan menghambat kemajuan inovasi dibidang kesehatan.
Ke enam pada sektor pendidikan, yang mana fasilitas pendidikan seperti laptop, tablet, serta proyektor turut mengalami kenaikan, kenaikan ini kemudian akan berdampak terhadap anggaran sekolah, kekurangan anggaran sekolah selanjutnya akan dilimpahkan kepada murid untuk memenuhi fasilitas pendidikan,dan tentu hal ini akan memberatkat orang tua murid yang berpendapatan rendah. Selain itu kenaikan tarif juga akan berdampak terhadap penggunaan teknologi bagi siswa yang berada di wilayah terpencil karena harus menggunakan chromebook dan Ipad.
Selanjutnya, dampak sektor kebudayaan terhadap Amerika akibat dari kebijakan tarif impor adalah terjadinya kenaikan produk kesenian, contohnya seperti bahan baku PVC, Alumunium, dan kertas. Kenaikan bahan baku ini pun kemudian berdampak terhadap kenaikan harga alat musik seperti Vinly, selain itu kenaikan juga terjadi pada barang antik, galeri , kolektor, dan institusi budaya di Amerika Serikat, kebijakan tarif juga berdampak terhadap pandangan negatif dari komunitas international, sehingga berdampak terhadap kolaborasi di bidang kebudayaan dan pendidikan.
Dalam sudut pandang yang berbeda jika ditelusuri lebih jauh kepentingan Trump memutuskan tarif impor yang pertama adalah untuk melihat seberapa kuat Negara – Negara didunia dalam kemandirian ekonomi, serta melihat Negara manakah yang mampu bertahan tanpa pengaruh ekonomi Amerika. Yang kedua, akibat sering terjadi perang dagang terhadap China yang dinilai oleh beberapa tokoh, China akan memenangkanya.
Dua faktor inilah yang kemudian mendorong Trump ingin membuktikanya dengan penetapan tarif impor yang diberlakukan hampir keseluruh Negara tak terkecuali China, dan terbukti diantara semua Negara hanya China yang mampu bertahan serta berani membalas tarif yang dilakukan Amerika. Hal ini membuktikan bahwa memang benar bahwa China lah yang mampu menandingi pengaruh Amerika dalam konteks Global.
Memoment ini juga menjadi pertarungan kekuatan pengaruh antar dua Negara, China yang dinilai akan mampu melampui Amerika juga tak segan segan menunjukan pengaruhnya ke mata dunia bahwa ia mampu bertumbuh tanpa ketergantungan dengan kekuatan Amerika, dan momentum ini juga menjadi promosi China sebagai Negara adidaya baru di Dunia terkhusus Asia. Peristiwa kebijakan tarif impor yang dilakukan oleh Amerika sebenanya menjadi keuntungan bagi China, karena China tak perlu bersusah payah mempromosikan dirinya sebagai pemimpin baru Dunia.
Tarif Impor yang diberlakukan Trump terhadap dunia secara sederhana memang ditujukan untuk memproteksi kepentingan Negaranya, namun pada saat yang sama kebijakan yang diberlakukan menciptakan ketidakstabilan ekonomi dunia, sehingga beberapa negara didunia berupaya menegosiasikan tarif yang dikenakan trump, sedangkan yang lainya membalas dengan juga memberikan tarif impor terhadap Amerika, selain dampak negatif yang dirasakan akibat dari keputusan Trump, momentum ini sebenarnya menjadi wadah evaluasi bagi Negara-Negara berkembang terkhusus Indonesia, untuk memperkuat kemandiran ekonominya, peristiwa perang tarif China dan Amerika menjadi gambaran nyata, bahwa tak ada satupun kebaikan yang datang dari sebuah negara, dan tak ada malaikat penolong yang datang dari sebuah negara, semuanya, menginginkan ” Aku Dapat Apa”. Mengutip perkataan adam smith bahwa tak ada makan siang yang gratis. Siapun pemenangnya akan melakukan pekerjaan yang sama niat yang sama, yakni ingin berkuasa dan menguasai.






