[MEDAN, SUMUT], Selasa, 7 Oktober 2025, WIB — Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menjadi sorotan setelah perseroan mengakuisisi mayoritas saham dua entitas pelayaran, PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM), dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,68 triliun. Di pasar, harga CDIA pada Selasa (7/10) siang tercatat bergerak di kisaran Rp 2.000 per saham. Perusahaan menyebut langkah konsolidasi ini bertujuan memperkuat bisnis logistik laut dalam ekosistem Grup Chandra Asri.

Berdasarkan keterbukaan informasi, pasca-transaksi CDIA menguasai 99,99% CSI dan MIM. Kedua perusahaan mengoperasikan layanan pelayaran bahan kimia dan LPG yang mulai beroperasi pada 2024.
Di sisi lain, CDIA mengelola aset pelabuhan dan penyimpanan melalui jejaring anak usaha yang berlokasi strategis di Selat Sunda dengan kapasitas tiga dermaga hingga 96.000 DWT dan fasilitas tangki sekitar 518.000 meter kubik untuk naphtha, ethylene, propylene, dan Py-Gas.
Jaka Dibya Ananta Satari, Sekretaris Perusahaan CDIA — ‘Transaksi ini untuk memperkuat kendali sekaligus konsolidasi bisnis logistik laut di bawah Grup Chandra Asri.’
Ia menambahkan, aksi korporasi itu mengikuti kebutuhan penyertaan modal pada entitas pelayaran untuk ekspansi usaha.
Dari sisi pasar, emiten yang melantai di BEI pada 8 Juli 2025 ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.100 pada 5 Agustus 2025, sementara kinerja setahun terakhir mencatat penguatan signifikan dibanding IHSG. [Catatan redaksi: pergerakan intraday bisa berubah].
Bagi Sumatra, penguatan rantai pasok berbasis laut ini berpotensi menurunkan biaya logistik komoditas petrokimia dan LPG yang melintas koridor Selat Sunda—pintu utama konektivitas Jawa–Sumatra. Efisiensi bongkar muat dan ketersediaan storage di sisi Jawa dapat memperlancar arus kapal ke Lampung dan kawasan pantai timur Sumatra.
Manfaat turunannya dapat dirasakan pelaku usaha distribusi bahan kimia untuk manufaktur karet, plastik, makanan-minuman, serta sektor ritel LPG rumah tangga di provinsi-provinsi Sumatra bagian selatan. [Menunggu verifikasi] untuk estimasi besaran penghematan biaya logistik.
Dalam konteks kinerja pasar, CDIA tercatat melonjak berlipat sejak IPO pada harga penawaran Rp 190 per saham (book building Juni, pencatatan 8 Juli 2025). Data pergerakan menunjukkan saham sempat bergerak di rentang harian sekitar Rp 1.810–2.000 pada awal pekan ini, dengan imbal hasil setahun yang jauh mengungguli pasar.
Kendati demikian, volatilitas tinggi mengharuskan investor memperhatikan rilis resmi perusahaan, keterbukaan informasi BEI, dan analisis risiko sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat informatif, bukan rekomendasi investasi.
Sebagai latar, lini logistik laut CDIA mengelola sembilan kapal pengangkut bahan kimia dan LPG untuk kebutuhan internal grup dan pelanggan eksternal. Di pelabuhan, pengoperasian tiga dermaga di Selat Sunda memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem logistik petrokimia nasional.
Kolaborasi strategis sebelumnya juga dijajaki bersama Pertamina International Shipping untuk studi kelayakan sinergi angkutan bahan kimia dan bitumen. Langkah-langkah ini menandai strategi integrasi hulu–hilir di segmen infrastruktur, pelabuhan, dan pelayaran.
Ke depan, pasar akan menanti (1) rencana ekspansi armada/dermaga, (2) pembaruan rencana belanja modal pasca-akuisisi, serta (3) dampak tarif dan jadwal pelayaran terhadap arus barang ke Sumatra, khususnya Lampung–Sumsel–Jambi.
Pelaku usaha disarankan memantau jadwal sandar dan kapasitas layanan penyimpanan guna mengoptimalkan distribusi. Pemerintah daerah dapat memetakan potensi sinergi rantai pasok antarpelabuhan untuk menekan biaya logistik kawasan. [Menunggu verifikasi] untuk detail rute kapal dan frekuensi layanan ke pelabuhan-pelabuhan Sumatra.






