Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

Saham DADA Hari Ini: Stabil di Kisaran US$1,96; Investor Pantau Kelanjutan Proposal JD.com

Risiko regulasi & laba menekan valuasi; pasar menunggu petunjuk fundamental

Saham DADA Hari Ini
Saham DADA Hari Ini

[PEKANBARU, RIAU], Senin, 13 Oktober 2025, WIB — Harga terakhir Dada Nexus Ltd (NASDAQ: DADA) berada di kisaran US$1,96 per saham, mendekati penutupan sesi terakhir. Perdagangan hari ini masih dipengaruhi basis sentimen 2025 yakni proposal nonbinding JD.com untuk mengakuisisi penuh Dada Nexus, serta dinamika profitabilitas bisnis pengantaran instan di Tiongkok.

Secara teknikal, DADA berkonsolidasi di rentang US$1,90–US$2,00 selama beberapa bulan terakhir, dengan 52-week range sekitar US$1,05–US$2,52. Di sisi fundamental, laporan keuangan terakhir menunjukkan tekanan margin sehingga valuasi tetap murah dibanding puncaknya 2021–2022. Analis menilai prospek 2025–2026 akan sangat ditentukan oleh kejelasan aksi korporasi bersama JD.com dan kemampuan perusahaan memangkas kerugian operasional.

Bagi investor ritel Indonesia yang mengikuti saham luar negeri, DADA termasuk kategori berisiko tinggi: perusahaan masih rugi bersih, eksposur regulasi di pasar Tiongkok relatif besar, dan volumenya tidak selalu tebal. Meski demikian, potensi sinergi logistik–ritel jika integrasi dengan JD.com berlanjut, dapat memperbaiki ekosistem dan monetisasi layanan pengantaran cepat—faktor yang kerap menjadi alasan spekulatif sebagian pelaku pasar.

Catatan penting: Jadwal rilis keuangan berikutnya serta pembaruan resmi atas proposal akuisisi dapat mengubah arah harga secara cepat. Investor disarankan menerapkan manajemen risiko ketat, termasuk penetapan batas rugi (stop-loss) dan porsi kecil pada portofolio. Informasi detail waktu perdagangan perlu menyesuaikan zona waktu bursa AS; pada jam Asia, data yang tampil umumnya merefleksikan penutupan sebelumnya atau prapembukaan.

Sebagai pembanding historis, DADA sempat melonjak pada Januari 2025 menyusul kabar proposal JD.com, sebelum kembali melemah setelah kinerja kuartalan berikutnya berada di bawah ekspektasi. Pergerakan demikian menandakan harga sangat sensitif pada kabar aksi korporasi dan hasil kuartalan. Ini bukan rekomendasi beli/jual.

Langkah berikut: pasar menanti kejelasan tindak lanjut proposal JD.com, panduan manajemen terkait margin, serta arah belanja modal 2026. Investor ritel di Sumatra yang ingin eksposur e-commerce Tiongkok perlu memeriksa kembali tujuan investasi, horizon waktu, dan toleransi risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *