JAKARTA, Senin, 6 April 2026, 09.57 WIB — Polemik rating usia gim di platform Steam mengemuka setelah Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan label Indonesia Game Rating System atau IGRS yang muncul pada sejumlah gim bukan klasifikasi resmi yang telah diverifikasi pemerintah. Isu ini relevan karena menyangkut perlindungan pengguna, terutama anak dan orang tua yang memakai label usia sebagai rujukan.
Kemkomdigi menyatakan hasil pemantauan menunjukkan rating yang tampil di Steam masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare, bukan hasil klasifikasi resmi IGRS. Dalam keterangannya, kementerian menilai kondisi itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terkait kelayakan usia suatu gim di Indonesia.
Secara regulasi, klasifikasi permainan interaktif elektronik di Indonesia memang memiliki dasar hukum tersendiri. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 menetapkan bahwa pemerintah mengklasifikasikan permainan interaktif elektronik agar membantu penyelenggara memasarkan produk sesuai nilai di Indonesia dan membantu masyarakat, termasuk orang tua, memahami kelayakan penggunaan gim.
Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, menyampaikan bahwa rating yang beredar itu belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia. Ia juga menegaskan pelaku usaha digital berkewajiban menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, termasuk dalam penandaan klasifikasi usia pada gim.
Bagi pengguna, isu ini tidak sekadar teknis. Banyak orang tua, guru, dan pemain pemula mengandalkan label usia untuk menilai apakah sebuah gim aman dimainkan anak. Ketika label yang tampil belum diverifikasi sesuai mekanisme nasional, risiko salah tafsir meningkat dan fungsi IGRS sebagai alat literasi digital menjadi kabur. Di sisi lain, bagi pengembang dan distributor, kejelasan prosedur klasifikasi penting agar pemasaran produk tidak berbenturan dengan aturan perlindungan konsumen dan perlindungan anak.
Latar belakangnya, IGRS sendiri merupakan sistem rating gim nasional yang dikembangkan sebagai bagian dari implementasi kebijakan klasifikasi permainan interaktif elektronik. Karena itu, ketika label IGRS muncul di etalase digital besar tetapi belum diverifikasi pemerintah, perdebatan cepat muncul di komunitas gim dan industri. Sudut beritanya bukan semata soal Steam, melainkan soal validitas informasi publik di ruang digital.
Apa berikutnya adalah menunggu penjelasan lanjutan mengenai mekanisme klasifikasi yang diakui pemerintah dan langkah koreksi pada platform. Bagi pengguna di Indonesia, sikap paling aman untuk saat ini adalah tidak menganggap seluruh label IGRS yang tampil di Steam sebagai klasifikasi final pemerintah sebelum ada verifikasi resmi.






