Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Gempa Dahsyat Magnitudo 8,8 Guncang Rusia, Sirene Tsunami Aktif di Seluruh Pasifik

Gelombang tsunami hingga 5 meter tercatat, peringatan lintas negara dikeluarkan

GEMASUMATRA.COM – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi, 30 Juli 2025.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 20 kilometer dan langsung memicu sistem peringatan tsunami di sejumlah negara di sepanjang wilayah Samudra Pasifik.

Gelombang tsunami setinggi 4 hingga 5 meter tercatat menerjang wilayah pesisir Severo-Kurilsk, Rusia.

Sejumlah bangunan mengalami keretakan, termasuk fasilitas umum seperti taman kanak-kanak dan terminal bandara.

Warga setempat segera dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari dampak gelombang susulan.

Baca Juga:  Mengingat Kembali Gempa Bumi Sumatra Barat 2009: Pelajaran dan Peringatan

Tak hanya di Rusia, gelombang tsunami juga terpantau di Jepang, terutama di wilayah Hokkaido, dengan ketinggian sekitar 1 meter.

Otoritas Jepang segera mengeluarkan perintah evakuasi untuk hampir dua juta warga pesisir, termasuk di sekitar fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan serius pada reaktor nuklir.

Di Hawaii dan pantai barat Amerika Serikat, sirene peringatan tsunami berbunyi, mendorong penutupan pelabuhan dan bandara sementara.

Baca Juga:  Menghadapi Tantangan Banjir: Upaya Masyarakat dan Pemerintah dalam Mengatasi Banjir di Aceh Tamiang

Beberapa gelombang kecil terlihat menerpa kawasan pesisir, namun belum ada laporan kerusakan besar.

Negara-negara seperti Kanada, Taiwan, Filipina, Selandia Baru, hingga Peru dan Chili juga mengambil langkah antisipasi dengan mengaktifkan protokol darurat.

Laporan sementara dari pemerintah Rusia menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat evakuasi mendadak dan runtuhan ringan.

Otoritas setempat terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kemungkinan gempa susulan dan gelombang lanjutan.

Baca Juga:  Gempa Guncang Yogyakarta Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa ini menjadi yang terbesar di kawasan tersebut sejak gempa Severo-Kurilsk tahun 1952 yang menelan lebih dari dua ribu korban jiwa.

Badan Meteorologi dan Geofisika Rusia menegaskan bahwa gempa ini merupakan salah satu yang paling kuat dalam sejarah modern negara itu.

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia akan bahaya laten di kawasan Cincin Api Pasifik.

Sistem peringatan dini terbukti menjadi faktor kunci dalam mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *