JAKARTA, Jumat, 20 Maret 2026, 08.45 WIB — Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan nasional ini langsung berdampak pada mobilitas warga di Sumatra, terlihat dari kenaikan penumpang ke Sabang dan lonjakan penyeberangan dari Bakauheni ke Merak.
Penetapan dilakukan melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemerintah menyatakan keputusan diambil berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, sehingga Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.
Di Sumatra, efek keputusan ini tampak pada layanan transportasi menjelang Lebaran. Di Banda Aceh, penumpang menuju Sabang meningkat dari 921 orang pada H-4, menjadi 1.050 orang pada H-3, lalu 1.233 orang pada H-2. Kenaikan itu mendorong penambahan masing-masing satu trip untuk kapal cepat dan kapal lambat sejak Senin, 16 Maret 2026.
Sementara di Lampung Selatan, ASDP mencatat 52.707 orang menyeberang dari Sumatera ke Jawa dalam 24 jam pada H-4, naik 11,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang juga mencapai 9.565 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa jalur laut dan penyeberangan tetap menjadi simpul utama arus balik dan arus mudik warga Sumatra.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, “Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.”
Bagi warga Sumatra, keputusan ini bukan sekadar kepastian kalender ibadah, tetapi juga penentu jadwal perjalanan, distribusi penumpang, dan kepadatan layanan transportasi. Operator pelabuhan, terminal, dan moda penyeberangan kini harus menyesuaikan ritme layanan agar lonjakan tidak berujung pada antrean panjang atau penumpukan di titik keberangkatan.
Di Aceh, peningkatan penumpang ke Sabang menunjukkan mobilitas antarpulau dalam provinsi ikut naik seiring kepastian Lebaran. Di Lampung, Bakauheni kembali menjadi pintu terpadat untuk arus dari Sumatra ke Jawa. Dua contoh ini menegaskan bahwa keputusan nasional memiliki konsekuensi operasional langsung di lapangan.
Apa berikutnya, warga diimbau memastikan tiket, jadwal keberangkatan, dan waktu tempuh cadangan sebelum berangkat. Bagi pemudik dari dan menuju wilayah Sumatra, memantau pengumuman resmi operator transportasi menjadi langkah penting agar perjalanan lebih tertib dan aman.






