GEMASUMATRA.COM – Gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 5 meter melanda wilayah pesisir Severo-Kurilsk, Rusia, pada Selasa pagi, 30 Juli 2025.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka.
Tsunami mulai terdeteksi sekitar 20–30 menit setelah gempa utama terjadi.
Warga yang tinggal di pesisir langsung berhamburan meninggalkan rumah mereka menuju area dataran tinggi.
Sirene peringatan berbunyi nyaring, memperingatkan adanya potensi gelombang susulan.
Di beberapa titik, air laut naik hingga menembus kawasan pemukiman dan merusak fasilitas pelabuhan, perahu nelayan, serta rumah warga.
Video amatir yang beredar menunjukkan bagaimana gelombang menghantam permukaan jalan, menyeret kendaraan dan material bangunan ke laut.
Fenomena surutnya air laut secara drastis sebelum gelombang datang juga terekam di beberapa lokasi.
Pemerintah daerah segera mengaktifkan sistem tanggap darurat.
Tim SAR dan aparat militer dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan wilayah terdampak.
Belasan warga dilaporkan mengalami luka ringan, sebagian besar karena tergelincir saat proses evakuasi atau terkena reruntuhan ringan.
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.
Severo-Kurilsk, sebuah kota kecil di Kepulauan Kuril, memang rawan terhadap gempa dan tsunami karena lokasinya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
Otoritas Rusia menyebutkan bahwa wilayah ini terakhir kali mengalami tsunami besar pada tahun 1952, yang kala itu menewaskan ribuan orang.
Meski gelombang tsunami kali ini menyebabkan kerusakan fisik, kecepatan peringatan dan evakuasi yang dilakukan dianggap cukup efektif dalam mengurangi risiko korban jiwa.
Pemerintah pusat mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian hingga dipastikan tidak ada gelombang susulan yang membahayakan.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas seismik masih terus dipantau secara intensif, dan status siaga di kawasan pesisir tetap diberlakukan.






