Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Analisis Taktik: Dominasi Korea Selatan Redam Perlawanan Hong Kong

Kontrol penuh lini tengah dan distribusi bola akurat jadi kunci kemenangan

analisis Korea Selatan taktik
analisis Korea Selatan taktik

YONGIN – Kemenangan 2-0 Korea Selatan atas Hong Kong dalam laga kedua Piala EAFF E-1 2025 tak hanya menunjukkan keunggulan teknis, tetapi juga kecerdasan taktik tim asuhan Hong Myung-bo. Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi mutlak Taeguk Warriors sejak menit pertama, terutama dalam penguasaan bola dan pergerakan antar lini.

Sepanjang babak pertama, Korea tampil dengan pressing tinggi dan rotasi bola cepat. Mereka menguasai hingga 78% penguasaan bola, menciptakan ruang dengan umpan-umpan pendek dan kombinasi antar lini. Taktik ini membuat Hong Kong kesulitan mengembangkan permainan bahkan sejak di area pertahanan sendiri.

Distribusi bola yang efektif menjadi pembeda. Korea mencatat akurasi operan mencapai 89%, dengan dominasi datang dari trio gelandang: Seo Min-woo, Kim Jin-gyu, dan Jeong Seung-won. Ketiganya berperan penting dalam menjaga ritme permainan sekaligus membuka celah di pertahanan lawan.

Baca Juga:  Cek Lengkap! Ini jadwal timnas u23 di Kualifikasi Piala Asia 2026

“Kami ingin mengontrol tempo sejak awal, dan para pemain menjalankannya dengan baik,” ujar pelatih Hong Myung-bo seperti dikutip dari Korean Times.

Salah satu momen penting terjadi saat Korea berhasil membangun serangan dari sisi kanan melalui kombinasi satu-dua antara bek dan gelandang sayap, yang berujung pada gol pertama Kang Sang-yoon. Gol ini merupakan buah dari pergerakan tanpa bola dan distribusi terarah, bukan sekadar serangan langsung.

Baca Juga:  Timur Kapadze, Arsitek Uzbekistan ke Piala Dunia

Taktik lain yang mencolok adalah peran bek sayap yang aktif menyerang. Moon Seon-min, misalnya, turut memberi assist untuk gol kedua melalui umpan silang akurat dari sisi kiri lapangan. Pola permainan yang dinamis ini memaksa Hong Kong bertahan dengan delapan hingga sembilan pemain, namun tetap tidak mampu menahan laju Korea.

Dengan strategi yang matang dan eksekusi presisi tinggi, Korea Selatan kini menjadi favorit kuat dalam turnamen ini. Mereka akan menghadapi Jepang di laga penentuan, dengan keunggulan taktik yang berpotensi kembali menjadi pembeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *