Politik, Gema Sumatra – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, meminta Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, segera menindak manajer yang bermasalah.
Ia menuntut perbaikan distribusi pupuk di daerah yang mengalami kendala.
Langkah ini di ambil setelah menerima laporan langsung dari kepala desa.
Permintaan ini di sampaikan Amran setelah menerima laporan dari sejumlah kepala desa mengenai kesulitan yang mereka hadapi terkait pasokan pupuk di wilayah mereka.
Keluhan di sampaikan dalam acara Gerakan Nasional Pangan Merah Putih.
Acara tersebut di hadiri oleh lebih dari seribu kepala desa dari Sumatera dan Jawa.
Beberapa kepala desa dari daerah seperti Cilacap dan Bondowoso melaporkan kesulitan mendapatkan distribusi pupuk.
Meskipun kuota pupuk telah ditambah menjadi 100%, pasokan masih belum mencukupi.
Bahkan, beberapa dari mereka mengaku tidak mengetahui adanya penambahan kuota pupuk tersebut.
Amran, yang mendengar langsung keluhan tersebut, merasa geram dan meminta Rahmad Pribadi untuk segera berkomunikasi dengan manajer-manajer distribusi pupuk dan memeriksa kondisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa distribusi pupuk adalah hal yang sangat krusial dan tidak boleh di politisasi, karena menyangkut kepentingan petani kecil.
“Pupuk ini untuk rakyat kecil, ini harus di selesaikan,” kata Amran tegas dalam acara tersebut.
Menteri Pertanian tersebut juga memberikan perintah yang sangat jelas kepada Direktur Utama PT Pupuk Indonesia.
Ia meminta agar manajer-manajer yang gagal dalam menjalankan tugasnya di copot dari jabatan mereka.
Amran mengingatkan bahwa seharusnya penyaluran pupuk ke daerah sudah selesai pada bulan Juli, namun masih banyak daerah yang belum menerima pasokan pupuk yang cukup.
“Ini perintah yang harus di laksanakan, tidak ada tawar menawar,” tambah Amran.
Sementara itu, Rahmad Pribadi selaku Direktur Utama PT Pupuk Indonesia mengakui adanya masalah dalam distribusi di beberapa daerah dan berjanji untuk segera menindaklanjuti perintah Menteri Pertanian.
Ia memastikan akan segera melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap manajer-manajer yang bertanggung jawab di daerah-daerah yang mengalami masalah distribusi.
Dr. Budi Santoso, pengamat pertanian, menilai distribusi pupuk terganggu akibat ketidakseriusan dalam pengelolaan logistik.
Ia menyatakan bahwa pengelolaan logistik harus menjadi prioritas utama.
Hal ini penting untuk mendukung tercapainya swasembada pangan.
“Jika distribusi pupuk terganggu, ini akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Budi dalam wawancaranya dengan media.
Amran mengambil langkah tegas untuk memastikan kebijakan pertanian berjalan lancar.
Ia ingin distribusi pupuk tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani.
Langkah ini menegaskan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan.
Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News