Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Prabowo Bentuk Badan Intelijen Keuangan

Peran Sri Mulyani Untuk Memperkuat Pengawasan Keuangan

Ket foto: Prabowo Bentuk Badan Intelijen Keuangan (Sumber Foto: Pinterest/Izumi Hichiro)
Ket foto: Prabowo Bentuk Badan Intelijen Keuangan (Sumber Foto: Pinterest/Izumi Hichiro)

Politik, Gema Sumatra – Pemerintah Indonesia membentuk Badan Intelijen Keuangan yang berada di bawah Kementerian Keuangan.

Langkah ini di pimpin oleh Prabowo Subianto untuk memperkuat pengawasan fiskal negara.

Pemerintah membentuk badan untuk memperkuat pengawasan keuangan negara.

Langkah ini bertujuan mencegah praktik pencucian uang dan tindak pidana keuangan.

Inisiatif ini di harapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang telah lama dikenal dengan kebijakan fiskalnya yang tegas, akan memimpin badan ini.

Menurut Sri Mulyani, langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi internal kementerian, tetapi juga untuk menjaga integritas keuangan negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Baca Juga:  Abdul Mu'ti Pimpin Kemendikdasmen di Kabinet Prabowo

“Badan ini akan mengoptimalkan pengawasan fiskal di Indonesia dan menjadikannya lebih responsif terhadap ancaman keuangan yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers.

Reformasi struktural yang di usung Prabowo dan pemerintah bertujuan meningkatkan koordinasi antar lembaga keuangan dan perekonomian.

Langkah ini di harapkan dapat memperkuat pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara.

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap transaksi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat diawasi secara langsung dan transparan.

Hal ini juga bertujuan untuk memperbaiki tata kelola keuangan yang selama ini seringkali di anggap kurang efektif.

Badan Intelijen Keuangan di harapkan dapat mempermudah identifikasi risiko dalam sistem keuangan Indonesia.

Baca Juga:  Sri Mulyani Bahas Program Makanan Bergizi dan Anggaran APBN

Badan ini juga di harapkan memberi perlindungan lebih baik terhadap penyalahgunaan dana negara.

Ekonom senior Perry Warjiyo menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap keuangan negara.

Ia menyatakan bahwa hal ini sangat penting di tengah pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Menurutnya, penguatan pengawasan akan meningkatkan ketahanan dan stabilitas perekonomian Indonesia.

“Dengan adanya badan ini, Indonesia akan lebih siap menghadapi gejolak ekonomi global,” jelasnya.

Selain itu, badan ini juga akan berperan penting dalam memfasilitasi perbaikan tata kelola sektor publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pemerintah Indonesia juga merencanakan kebijakan yang lebih ramah bagi investor.

Kebijakan ini bertujuan menarik lebih banyak investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Widiyanti Putri Wardhana Dipanggil Prabowo Jadi Menteri?

Kehadiran Badan Intelijen Keuangan yang di pimpin oleh Sri Mulyani akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor fiskal Indonesia.

Penguatan ini di harapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi efisiensi anggaran negara.

Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Prabowo dan Sri Mulyani berkomitmen untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

OPleh karena itu, mereka berusaha memastikan Indonesia dapat bersaing di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News

Ikuti juga Sosial Media kami di Facebook dan Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *