Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

IHSG Ditutup Turun 1,95% ke 8.066; Asing Jual Bersih Rp 1,36 Triliun

Rentang harian sempat sentuh 7.974; rupiah bergerak di kisaran Rp 16.556/US$

prediksi ihsg hari ini
prediksi ihsg hari ini

[PEKANBARU, RIAU], Selasa, 14 Oktober 2025, WIB — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 1,95% ke 8.066,52 pada perdagangan Selasa (14/10). Di sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.974,03 sebelum kembali di atas 8.000 menjelang penutupan. Investor asing tercatat jual bersih sekitar Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.

Menurut data bursa, rentang pergerakan harian IHSG berada di 7.974–8.285 dengan penutupan sebelumnya 8.227 dan pembukaan 8.269. Koreksi terjadi di tengah sentimen regional yang cenderung hati-hati serta penguatan harga emas global, sementara sebagian saham kapitalisasi besar tertekan. (Data ringkas pergerakan indeks harian.)

Pada saat yang sama, rupiah di pasar spot bergerak di kisaran Rp 16.556 per dolar AS (nilai indikatif, tertunda hingga 15 menit). Pergerakan mata uang domestik tetap dipengaruhi dinamika imbal hasil AS dan arus modal global.

Baca Juga:  IHSG Diprediksi Menguat, Menembus Level 7.200 Jika Sentimen Positif Bertahan

Koreksi melebar hari ini mempertebal volatilitas jangka pendek, terutama pada saham berbeta tinggi. Pelaku pasar disarankan meninjau kembali manajemen risiko—menetapkan batas rugi (stop-loss) dan menghindari posisi berlebihan pada saham yang sensitif terhadap sentimen global. Bagi pembaca di Sumatra, emiten berbasis komoditas (perkebunan, batubara) dan logistik berpotensi tetap fluktuatif mengikuti harga komoditas dan nilai tukar.

Baca Juga:  Saham DEWA Terkoreksi; Rentang 308–334 Hari Ini, YtD Masih Melonjak

Tekanan jual asing menandai penyesuaian portofolio menjelang rilis data dan agenda bank sentral global. Di bursa kawasan, kinerja campuran masih terlihat dengan sejumlah indeks Asia melemah mengikuti kabar geopolitik dan perdagangan global. (Pengaruh eksternal bersifat umum dan bisa berubah cepat menjelang penutupan bursa AS).

Pasar menunggu rilis data domestik (inflasi, neraca perdagangan) serta panduan emiten awal musim laporan keuangan. Untuk strategi taktis, pelaku pasar bisa memantau saham berfundamental kuat dengan kinerja kas solid dan lindung nilai alami terhadap pelemahan rupiah (orientasi ekspor), sambil mencermati arus beli/ jual asing di papan utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *