Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Gempa M3,1 Guncang Pasaman, BMKG Imbau Waspada Susulan

Getaran dilaporkan dirasakan hingga beberapa wilayah sekitar.

Ilustrasi gempa Pasaman M3.1 (Sanej Prasad Suwal)
Ilustrasi gempa Pasaman M3.1 (Sanej Prasad Suwal)

[PASAMAN], Kamis, 5 Februari 2026, 20.30 WIB — Gempa bumi magnitudo 3,1 mengguncang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Kamis pagi. BMKG menyebut gempa bersumber dari daratan dengan kedalaman 10 kilometer dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG menyampaikan informasi awal gempa pada tahap cepat (awal), sehingga data dapat diperbarui seiring masuknya analisis lanjutan. Hingga laporan terakhir, belum ada keterangan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban.

Berdasarkan informasi BMKG yang dipublikasikan melalui kanal resminya, pusat gempa magnitudo 3,1 berada di daratan pada kedalaman 10 kilometer di sebelah barat Bonjol, Kabupaten Pasaman. Getaran dilaporkan dirasakan pada skala MMI I–III di beberapa wilayah, antara lain Padang Panjang, Lubuk Sikaping, Agam, dan Bukittinggi.

Baca Juga:  Puncak Musim Hujan November; Gelombang Natuna–Anambas 1,5–2 m

BMKG dalam rilisnya menegaskan masyarakat perlu mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam situasi gempa, langkah aman awal meliputi berlindung dari benda jatuh, menjauhi kaca, dan setelah guncangan berhenti melakukan pengecekan struktur bangunan secara visual sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan yang mengutip publikasi BMKG. Imbauan ini juga relevan bagi warga di area perbukitan dan lereng, karena guncangan meski kecil dapat memicu risiko lanjutan pada titik tertentu, terutama bila tanah jenuh air atau kondisi bangunan tidak prima.

Baca Juga:  Status Marapi Tetap Waspada, Warga Sumbar Diminta Jaga Jarak 3 Km

Bagi layanan publik, pemerintah daerah dan aparat setempat biasanya melakukan pengecekan cepat ke fasilitas vital seperti sekolah, puskesmas, dan akses jalan utama. Warga yang merasakan getaran diminta melapor melalui jalur resmi setempat agar dapat menjadi masukan pemetaan intensitas guncangan serta kebutuhan asesmen lapangan.

Sebagai konteks, wilayah Sumatera Barat berada pada zona tektonik aktif. Karena itu, kesiapsiagaan rumah tangga—seperti menyiapkan tas siaga sederhana, mengenal titik kumpul keluarga, dan memahami jalur evakuasi—perlu menjadi kebiasaan, bukan hanya saat gempa terjadi.

Baca Juga:  Banjir Rendam 3 Kecamatan di Aceh Jaya, 606 Warga Terdampak

Langkah berikutnya, warga diminta memantau pembaruan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta memastikan keselamatan keluarga terlebih dahulu. Jika ada kerusakan bangunan, warga disarankan menghindari memasuki area yang retak berat atau berpotensi runtuh sampai ada pemeriksaan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *