Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Banjir-Longsor Tapteng, BNPB: Warga Mengungsi Bertambah

Subsepekan, banjir berulang menekan aktivitas warga dan akses jalan

Ilustrasi banjir longsor Tapanuli Tengah (Franklin Peña Gutierrez)
Ilustrasi banjir longsor Tapanuli Tengah (Franklin Peña Gutierrez)

[TAPANULI TENGAH], Sabtu, 21 Februari 2026, 18.15 WIB — Banjir dan longsor kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan deras memicu luapan sungai dan labilnya lereng di sejumlah titik. Data yang dirilis lembaga kebencanaan menyebutkan sebagian warga harus mengungsi dan ratusan rumah terdampak, sementara akses jalan di beberapa lokasi dilaporkan terganggu.

Dalam keterangan tertulis BNPB, kejadian banjir dan longsor di Tapteng pada Senin, 16 Februari 2026 berdampak pada sekitar 185 kepala keluarga (KK) yang masih dalam proses pendataan, dengan 66 jiwa mengungsi, serta sekitar 185 unit rumah terdampak. Informasi ini menegaskan situasi masih dinamis dan angka dapat berubah mengikuti verifikasi lapangan.

Pemberitaan lain menyebut hujan deras memicu kerusakan infrastruktur, termasuk putusnya akses menuju kebun warga di beberapa desa serta evakuasi warga di titik genangan. Gangguan ini berimbas pada aktivitas harian—dari mobilitas sekolah hingga distribusi kebutuhan pokok—terutama bagi permukiman yang berada dekat aliran sungai dan jalan lintas.

Baca Juga:  81 Rumah Terdampak Banjir, Akses Lhoknga Sempat Tertutup

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan yang dikutip media, menyampaikan pendataan masih berjalan untuk memastikan jumlah terdampak dan kebutuhan darurat. Pernyataan ini menjadi rujukan utama dalam memotret skala awal kejadian, sembari menunggu pembaruan resmi dari posko setempat.

Bagi warga, dampak paling terasa adalah akses yang terhambat, ancaman banjir susulan, serta kebutuhan logistik di pengungsian. Warga yang rumahnya terendam kerap membutuhkan air bersih, makanan siap saji, selimut, serta layanan kesehatan dasar. Di sisi lain, jalan yang tertutup material longsor berpotensi memperlambat masuknya bantuan jika cuaca kembali memburuk.

Baca Juga:  Harga Beras Cenderung Turun, SPHP Bulog Kuat di Sumatra; Cek Angka Aceh & Sumsel

Riwayat bencana berulang di Tapteng juga menjadi catatan. Banjir dan longsor susulan dalam beberapa pekan terakhir membuat proses pemulihan berjalan di bawah tekanan, terutama bila kerusakan terjadi pada jembatan penghubung desa atau jalan pengangkut hasil kebun.

Langkah berikutnya, BNPB bersama BPBD setempat mendorong penguatan sistem peringatan dini tingkat komunitas, pemetaan titik rawan, dan kesiapsiagaan jalur evakuasi. Warga diimbau tidak memaksakan melintas pada arus banjir, menghindari tebing/lereng yang retak, serta mengikuti arahan resmi posko bila diminta mengungsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *