GemaSumatra.com – Neraca perdagangan luar negeri Aceh mencatat surplus US$2,15 juta pada Juli 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh.
Nilai ekspor Aceh pada periode tersebut mencapai US$84,04 juta, sedangkan impor tercatat US$81,89 juta.
Batubara masih mendominasi ekspor Aceh
BPS mencatat nilai ekspor Juli 2026 turun 1,49 persen dibandingkan Juni. Batubara menjadi komoditas utama dengan nilai US$53,18 juta atau sekitar 63,29 persen dari keseluruhan ekspor Aceh.
India menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$63,05 juta atau sekitar 75,02 persen dari total ekspor. Komoditas yang dikirim ke India terutama batubara, CPO, dan berbagai produk kimia.
Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai US$10,19 juta yang antara lain berasal dari kopi dan rempah-rempah. Thailand tercatat menerima ekspor senilai US$3,13 juta.
Sebagian besar ekspor keluar melalui pelabuhan Aceh
Ekspor komoditas asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Aceh mencapai US$68,31 juta atau 81,29 persen dari total ekspor.
Sisanya dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain. Nilai terbesar dari jalur tersebut tercatat melalui Sumatera Utara sebesar US$15,71 juta.
Impor didominasi gas propana dan butana
Nilai impor Aceh pada Juli 2026 mencapai US$81,89 juta. BPS mencatat gas propana dan butana menjadi komoditas dominan dengan nilai US$56,88 juta.
Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai yang sama untuk komoditas gas propana/butana. Rusia tercatat memasok impor senilai US$11,63 juta terutama berupa pupuk, sedangkan impor dari Tiongkok senilai US$9,77 juta didominasi mesin atau pesawat mekanik serta pupuk.
Surplus US$2,15 juta berarti nilai ekspor Aceh pada bulan tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai impornya.
Sumber: BPS Provinsi Aceh, 1 September 2026.
Foto ilustrasi pelabuhan dan perdagangan: Fahrul Razi/Unsplash.






