Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

PATS Baru Dibangun di Samosir, Pendapatan Petani Diproyeksikan Bertambah Rp2 Miliar per Tahun

Panel surya sebagai ilustrasi pompa air tenaga surya di Samosir

SAMOSIR — Pemerintah mulai membangun Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Proyek ini menjadi replikasi sistem serupa yang sebelumnya diterapkan di Desa Sibonor Ompu Ratus.

Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penerapan energi bersih di kedua desa tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat setempat.

PATS digunakan untuk menyediakan air irigasi bagi sawah tadah hujan dengan menggantikan pompa berbahan bakar fosil. Model tersebut diharapkan menekan biaya operasional petani sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

903 Petani di Desa Pakpahan

Desa Pakpahan memiliki sekitar 73 hektare sawah tadah hujan yang digarap 903 petani. Setelah PATS beroperasi, produksi pertanian di kawasan itu ditargetkan meningkat karena pasokan air tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Bappenas memproyeksikan hasil panen di Desa Pakpahan dapat meningkat dari sekitar 96 ton menjadi 288 ton per tahun. Penggunaan pompa tenaga surya juga diperkirakan menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 7,32 ton CO2e per tahun.

Proyek tersebut mengikuti pengalaman PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus. Sistem yang lebih dahulu beroperasi itu mampu mengairi sekitar 82 hektare sawah dan memberikan manfaat kepada ratusan petani.

Bagian dari Pembangunan Rendah Karbon

PATS Pakpahan menjadi bagian dari Low Carbon Development Initiative yang melibatkan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris. Program tersebut diarahkan untuk menerapkan kebijakan pembangunan rendah karbon langsung pada tingkat masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Bappenas berperan dalam koordinasi kebijakan dan integrasi perencanaan, sementara pemerintah daerah mengawal lokasi serta keberlanjutan pengoperasian sistem.

Pemerintah Kabupaten Samosir dan pemerintah desa diharapkan memastikan infrastruktur dapat digunakan secara berkelanjutan, termasuk melalui pemeliharaan sistem dan perlindungan kawasan pertanian.

Jika target produksi dan penghematan biaya tercapai, penerapan PATS dapat menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi energi terbarukan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi petani di Sumatra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *