Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Bengkulu Masuki Masa Peralihan, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang hingga 2,5 Meter

Ilustrasi awan dan perubahan cuaca di wilayah pesisir. Foto: Rowan Heuvel/Unsplash

GEMASUMATRA.COM, BENGKULU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Bengkulu untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Pada awal Oktober 2026, suhu udara di Bengkulu masih dapat mencapai sekitar 33 derajat Celsius pada siang hari. Pada saat bersamaan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Hujan berpotensi terjadi di wilayah utara

BMKG menyebut potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan terutama terdapat di wilayah Bengkulu bagian utara, termasuk Kabupaten Mukomuko, Lebong, dan Bengkulu Utara.

Kecepatan angin dilaporkan masih berada pada kisaran sedang, dengan kecepatan hingga sekitar 15 knot. Perubahan cuaca yang cepat merupakan salah satu karakter masa peralihan sehingga masyarakat perlu memantau prakiraan terbaru sebelum melakukan aktivitas luar ruang.

Gelombang laut dapat mencapai 2,5 meter

Di wilayah perairan, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai sekitar 2,5 meter pada beberapa kawasan, termasuk sekitar Pulau Enggano dan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan informasi gelombang dan angin sebelum berlayar.

Dalam outlook musim hujan 2026/2027 yang dirilis BMKG beberapa hari sebelumnya, awal musim hujan di sejumlah zona musim Bengkulu diperkirakan mengalami kemunduran dan dapat mulai pada akhir Oktober hingga November. Karena itu, periode Oktober menjadi fase penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Antisipasi bencana hidrometeorologi

Meningkatnya intensitas hujan dapat memicu genangan, banjir, longsor, dan pohon tumbang di lokasi rentan. Pemerintah daerah sebelumnya juga menyiagakan personel untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat dapat membantu mengurangi risiko dengan membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke aliran air, serta menjauhi kawasan rawan saat hujan lebat dan angin kencang berlangsung.

Sumber informasi: BMKG dan ANTARA, 2–6 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *