Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner
Opini  

Membumi Asih, Memintasi Aksi: Pelajaran Kepedulian dari Panti Asuhan

Ilustrasi kumpulan gambar dan hasil karya seni anak-anak; bukan dokumentasi program PPG USI di Panti Asuhan Yayasan Islamic Centre
Ilustrasi hasil karya seni anak-anak; bukan dokumentasi kegiatan PPG Universitas Simalungun di panti asuhan. Foto: Julia Taubitz/Unsplash.

Opini | Oleh Aisyah Tinus Puspa Ningrum, S.Pd., Universitas Simalungun. Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan laporan penulis yang disampaikan kepada redaksi. Pandangan serta refleksi yang termuat merupakan tanggung jawab penulis.

Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Kelompok 1 FKIP Universitas Simalungun (USI) menggelar acara perpisahan sebagai penutup Proyek Kepemimpinan bertajuk “Membumi Asih, Memintasi Aksi” di Panti Asuhan Yayasan Islamic Centre, Jalan Asahan No. 22A, Marihat Baris, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus penutup rangkaian program yang berfokus pada pengembangan kreativitas, keterampilan, literasi, dan kemandirian anak panti asuhan.

Proyek kepemimpinan ini merupakan bagian dari mata kuliah mahasiswa PPG Calon Guru untuk berupaya menerapkan pembelajaran kepemimpinan melalui pengalaman langsung di masyarakat. Proses tersebut menjadi ruang untuk melatih kolaborasi, komunikasi, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, sekaligus belajar memahami kebutuhan mitra serta merancang kegiatan yang memiliki manfaat berkelanjutan. Kegiatan ini menyasar 18 anak dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK, serta dilaksanakan sebanyak 10 kali pertemuan bersama anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Islamic Centre. Tema “Membumi Asih, Memintasi Aksi” bermakna bahwa kasih sayang tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat tersebut menjadi landasan mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program yang tidak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar dan keterampilan yang diharapkan bermanfaat bagi anak-anak panti.

Empat Program Kerja untuk Mengembangkan Potensi Anak

Proyek “Membumi Asih, Memintasi Aksi” diwujudkan melalui empat program kerja, yaitu Kreasi Bermakna: Pelatihan Menanam dan Merawat Sayuran bagi Anak Panti Asuhan, Kreasi Ekspresi: Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Karya Seni dan Sastra, Kreasi Bermakna: Pelatihan Pembuatan Gantungan Handphone bagi Anak Panti Asuhan, serta Membangun Jendela Dunia: Pembuatan Pojok Baca.

Program menanam dan merawat sayuran memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk mengenal proses budidaya tanaman sekaligus menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pelatihan pembuatan gantungan handphone menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan kerajinan tangan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai kegiatan kewirausahaan sederhana.

Sementara itu, program Kreasi Ekspresi menghadirkan kegiatan mewarnai, membuat kolase, dan menulis puisi bertema cita-cita. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak didorong untuk mengembangkan imajinasi, menuangkan gagasan, serta mengekspresikan diri melalui karya seni dan sastra. Program Membangun Jendela Dunia diwujudkan melalui penyediaan pojok baca sebagai sarana untuk mendukung kebiasaan membaca dan memperluas wawasan anak-anak.

Keempat program tersebut dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menumbuhkan kreativitas, keterampilan, dan minat literasi anak-anak panti sekaligus mewujudkan kepedulian melalui aksi nyata. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya.

Perpisahan Menjadi Ruang Refleksi dan Apresiasi

Kunjungan terakhir, sekaligus acara perpisahan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan dipandu oleh Indah Azzura Nasution, S.Pd., sebagai pembawa acara. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dosen pengampu, Irwan L. Hulu, M.Pd., pengurus panti, Rizqana Sari, serta Ketua Proyek Kepemimpinan, Fathan Wardana, S.Pd.

Dosen pengampu Proyek Kepemimpinan, Irwan L. Hulu, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan empat program kerja yang dinilainya kreatif. Ia berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak panti, tidak hanya selama program berlangsung, tetapi juga setelah mahasiswa menyelesaikan proyek.

Berbagai keterampilan dan fasilitas yang telah diberikan, seperti membuat gantungan handphone, menanam sayuran, pojok baca, serta karya puisi dan mewarnai, diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan. Keterampilan kerajinan dan budidaya sayuran tersebut bahkan berpotensi menjadi bekal untuk merintis kegiatan kewirausahaan sederhana.

Harapan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan sebagai bagian dari pelaksanaan proyek. Program yang baik tidak hanya dinilai dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari peluang bagi mitra untuk melanjutkan manfaat yang telah dibangun bersama.

Sementara itu, Ketua Proyek Kepemimpinan, Fathan Wardana, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak panti yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbagi dan merealisasikan program kerja.

“Terima kasih telah diberi tempat untuk berbagi dan merealisasikan proyek kepemimpinan kami. Kami berharap apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi anak-anak panti. Meski mungkin kami tidak bisa memberikan banyak hal yang besar, hal-hal kecil yang kami bagikan diharapkan dapat menambah wawasan dan kemampuan anak-anak panti,” ungkap Fathan.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Fathan juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan program terdapat perkataan atau sikap mahasiswa yang kurang berkenan bagi pihak panti.

Pengurus Panti Asuhan Yayasan Islamic Centre, Rizqana Sari, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran mahasiswa PPG USI yang telah berbagi ilmu dan memberikan wawasan baru kepada anak-anak panti. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi mereka.

“Kakak-kakak di sini sudah memberikan wawasan baru kepada adik-adik kita di sini, memberikan ilmu kepada adik-adik kita di sini. Semoga apa yang kakak berikan kepada adik-adik di sini dibalas Allah berkali-kali lipat,” tuturnya.

Rizqana juga berharap hubungan silaturahmi antara mahasiswa dan pihak panti tetap terjalin setelah proyek berakhir. Ia menyampaikan doa agar mahasiswa dapat meraih kesuksesan dan anak-anak panti mampu mencapai cita-cita mereka.

Manfaat kegiatan juga dirasakan langsung oleh anak-anak panti. Salah satu perwakilan anak panti, menyampaikan terima kasih atas pengalaman baru yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan bersama mahasiswa.

“Terima kasih banyak telah meluangkan waktunya, memberikan kami pengalaman, mengajari kami apa yang tidak kami tahu sehingga kami jadi tahu. Mengajari seperti menanam, membuat gantungan kunci, mungkin ke depannya kami bisa membuat usaha kecil-kecilan dengan itu,” ungkap Dewi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan yang diperoleh tidak hanya menjadi pengalaman selama kegiatan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesan serupa disampaikan oleh seorang anak panti, yang merasakan bahwa kehadiran mahasiswa PPG membuat suasana panti menjadi lebih hidup dan ceria.

“Datangnya kakak di sini membuat tempat kami jauh lebih hidup dan ceria. Kegiatan yang kita lakukan bersama-sama sangat seru dan tidak membosankan sama sekali. Meskipun waktu kita singkat, terasa sangatlah hangat. Kami di sini sudah menganggap kakak sebagai saudara kandung kami,” tuturnya.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa proyek kepemimpinan ini tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun kedekatan, kebersamaan, dan hubungan yang bermakna antara mahasiswa dan anak-anak panti.

Datang untuk Berbagi, Pulang Membawa Pelajaran

Bagi mahasiswa PPG Calon Guru Kelompok 1 FKIP USI, proyek “Membumi Asih, Memintasi Aksi” menjadi lebih dari sekadar pelaksanaan program akademik. Interaksi dengan anak-anak panti memberikan pengalaman berharga untuk belajar memahami kebutuhan orang lain, bekerja sama, menghadapi tantangan, serta mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata.

Sementara itu, Aisyah Tinus Puspa Ningrum, S.Pd., Koordinator Program Kerja Kreasi Ekspresi: Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Karya Seni dan Sastra, mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat terlibat dalam keseluruhan rangkaian proyek kepemimpinan tersebut.

“Bagi saya, proyek ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Melalui seluruh rangkaian kegiatan, saya belajar bahwa berbagi tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kehadiran, perhatian, dan kemauan untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman juga dapat memberikan makna bagi orang lain. Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari kegiatan ini, bertemu dengan adik-adik di panti, dan belajar bersama mereka. Saya berharap seluruh kegiatan yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta meninggalkan kenangan baik bagi adik-adik dan semua pihak yang terlibat,” ungkap Aisyah.

Melalui empat program kerja yang telah dilaksanakan, mahasiswa berharap keterampilan, karya, dan fasilitas yang diberikan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh anak-anak Panti Asuhan Yayasan Islamic Centre. Kebun sayur diharapkan terus dirawat, keterampilan membuat kerajinan dapat dikembangkan, karya seni dan sastra menjadi ruang untuk berekspresi, serta pojok baca mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca.

Pada akhirnya, semangat “Membumi Asih, Memintasi Aksi” mengingatkan bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Tindakan sederhana yang dilakukan bersama dengan kepedulian dan ketulusan dapat membuka kesempatan untuk belajar serta menumbuhkan harapan. Kami datang untuk berbagi, tetapi kami pulang membawa pelajaran. Kami datang untuk menjalankan proyek, tetapi kami berharap dapat meninggalkan kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *