ACEH TAMIANG, Sabtu, 21 Maret 2026, 08.30 WIB — Pemulihan hunian penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang berlanjut menjelang Lebaran. Di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, 25 unit hunian tetap dari Yayasan Caritas mulai diperbantukan, di tengah percepatan pembangunan huntap lain dan penyaluran dana tunggu hunian bagi keluarga terdampak.
Perkembangan ini penting bagi warga karena kebutuhan rumah layak huni masih menjadi isu utama pascabanjir besar akhir November 2025. Data BNPB menempatkan Aceh Tamiang di antara kabupaten/kota terdampak besar dalam bencana Sumatra 2025, sementara di lapangan masih ada keluarga yang menunggu relokasi permanen dari tenda, rumah sewa, atau hunian sementara.
Tambahan 25 huntap di Desa Babo diberitakan disalurkan Yayasan Caritas untuk penyintas banjir. Pada saat yang sama, proyek huntap lain di Simpang Kanan juga masih berjalan. Polda Aceh menyatakan pembangunan 150 unit huntap di Simpang Kanan telah mencapai progres fisik 45 persen per 22 Februari 2026, dengan pemerataan lahan sekitar 80 persen. Artinya, pemulihan hunian di Aceh Tamiang kini berlangsung lewat beberapa jalur sekaligus, bukan hanya satu proyek.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto mengatakan, “Hingga saat ini, progres pembangunan fisik bangunan hunian tetap di Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Tamiang, sudah menyentuh angka 45 persen.” Ia juga menegaskan pembangunan dijaga agar sesuai tahapan dan kualitas bangunan tetap terukur.
Bagi warga, percepatan hunian tetap berpengaruh langsung pada kepastian hidup setelah berbulan-bulan berada dalam situasi transisi. BNPB sebelumnya mengonfirmasi 259 kepala keluarga penyintas bencana Aceh Tamiang menerima dana tunggu hunian sebesar Rp 1,8 juta per keluarga untuk periode tiga bulan, Januari–Maret 2026. Skema ini membantu kebutuhan sewa atau penyangga sementara, tetapi belum menggantikan kebutuhan rumah permanen yang aman dan dekat dengan aktivitas ekonomi warga.
Dari sisi pemerintahan daerah, Aceh Tamiang juga sudah mulai menyerahkan kunci huntap di lokasi lain. Prokopim Aceh Tamiang pada pekan ini melaporkan wakil bupati menyerahkan kunci huntap bagi warga terdampak bencana di Kampung Dalam. Ini menunjukkan pemulihan hunian berlangsung bertahap di lebih dari satu titik. Namun, laju penyelesaian di seluruh lokasi tetap perlu diawasi agar target pemulihan tidak bergeser terlalu jauh setelah Lebaran.
Apa berikutnya, warga masih menunggu kepastian jadwal serah terima unit yang sedang dibangun, termasuk integrasi air bersih, sanitasi, dan akses jalan lingkungan. Pemerintah daerah, BNPB, serta lembaga kemanusiaan perlu memastikan setiap unit yang dibangun benar-benar siap huni, bukan sekadar rampung fisik. Bagi warga terdampak, imbauannya adalah tetap memantau informasi resmi desa, BPBD, dan pemerintah kabupaten terkait daftar penerima, lokasi relokasi, serta jadwal penempatan.






