BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh menyatakan komitmen mendukung kelompok tani dalam memanfaatkan lahan pertanian yang terdampak bencana untuk pengembangan tanaman hortikultura.
Kepala KPwBI Aceh Agus Chusaini mengatakan program tersebut berfokus pada komoditas bawang merah, cabai, dan jagung sebagai bagian dari upaya pemulihan kegiatan pertanian di daerah terdampak.
Program telah dijalankan pada sejumlah lahan sawah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Salah satu proyek percontohan dilakukan pada lahan bekas banjir seluas satu hektare di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Lahan yang sebelumnya tertutup material lumpur dimanfaatkan untuk penanaman bawang merah dan telah memasuki tahap panen.
Pemanfaatan kembali lahan pascabencana tersebut diarahkan agar petani tetap memiliki pilihan produksi meski kondisi sawah belum sepenuhnya kembali seperti sebelum banjir.
Bank Indonesia juga menggunakan pendekatan pendampingan kelompok tani sehingga dukungan tidak hanya berbentuk kegiatan penanaman, tetapi juga penguatan kapasitas usaha pertanian.
Program ini diharapkan dapat membantu pemulihan pendapatan petani sekaligus mendukung ketersediaan komoditas pangan strategis di Aceh.
Baca juga: Nagan Raya Mulai Rehabilitasi 55 Hektare Sawah Pascabanjir | Berita Ekonomi GemaSumatra
Sumber informasi: ANTARA News Aceh, 6 Oktober 2026.





