Aceh, Gema Sumatra – Seiring berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut XXI 2024, KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pun meninggalkan Aceh.
Kapal tersebut angkat jangkar dari Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, pada Minggu (22/9/2024) sore.
Selama pelaksanaan PON, KM Kelud berfungsi sebagai akomodasi tempat menginap terapung secara gratis, yang telah menampung ribuan penumpang dan tamu.
Layanan penginapan di kapal ini berakhir pada Sabtu (21/9/2024), yang mengharuskan semua tamu untuk check-out pada pukul 18.00 WIB.
Corporate Communication PT Pelni, Dito Papilanda, menyampaikan bahwa KM Kelud telah memberikan layanan akomodasi sejak 5 September.
Kapal ini di lengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, termasuk kafe, salon, arena bermain game, dan bioskop berkapasitas 30 orang.
Untuk menginap, para tamu dapat melakukan registrasi dengan memindai barcode yang tersedia di Instagram Pelni Komersial.
Dito juga menjelaskan bahwa fasilitas bioskop hanya di buka untuk tamu yang menginap.
Sementara itu, pengunjung yang tidak menginap memiliki akses terbatas untuk menikmati dek luar di bawah skoci, dek lima, kafetaria, dan masjid.
“Pengunjung yang datang ke KM Kelud tanpa menginap hanya di berikan akses terbatas,” ujar Dito.
Hal ini menjadi perhatian karena pengunjung yang datang setiap hari bisa mencapai 2.000 hingga 4.000 orang, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengalaman menginap di atas laut ini.
Ketua Harian PB PON XXI Tahun 2024 Wilayah Aceh, Azwardi, juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran KM Kelud.
Kapal ini tidak hanya menjadi akomodasi untuk atlet dan ofisial, tetapi juga menarik perhatian wisatawan serta masyarakat lokal.
Azwardi mengungkapkan bahwa kapal ini telah bertransformasi menjadi tempat bernaung yang unik.
“Kapal ini telah memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu dan pengunjung, serta menjadi daya tarik tersendiri selama PON,” ujarnya.
Azwardi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan PT Pelni.
Ia juga menghargai semua stakeholder yang terlibat dalam menyukseskan transportasi dan akomodasi selama PON XXI.
“Kami berterima kasih kepada para awak kendaraan dan seluruh kru kapal KM Kelud yang telah bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik,” ucapnya.
Nahkoda KM Kelud, Capt Herman Obrein, merasa bersyukur setelah menyelesaikan tugasnya.
Ia mengapresiasi pengalaman unik yang di berikan kapal selama PON XXI.
“Terima kasih kepada seluruh panitia PON Aceh, termasuk pihak Pelindo Malahayati dan KSOP Malahayati, yang telah mendukung kelancaran operasional kami,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya acara ini, KM Kelud meninggalkan Aceh setelah PON XXI.
Ribuan tamu mengenang pengalaman unik menginap di atas kapal selama perhelatan olahraga terbesar di Indonesia.
Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News.