Milad GAM ke-48 Menjaga Perdamaian dan Persatuan di Aceh

Dukungan untuk Perdamaian

Ket foto: Peringatan Milad GAM ke-48 (Sumber Foto: Instagram/acehworldtimes)
Ket foto: Peringatan Milad GAM ke-48 (Sumber Foto: Instagram/acehworldtimes)

Aceh, Gema Sumatra – Peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-48 pada 4 Desember 2024 dilakukan dengan pendekatan damai.

Imbauan dari Komite Peralihan Aceh (KPA) mengarahkan agar peringatan ini berlangsung bermakna dan penuh kedamaian.

Dalam surat bernomor 30/KPA/XII/2024, Muzakir Manaf meminta agar panglima daerah, wilayah, dan sagoe di Aceh menghindari tindakan yang bisa memicu ketegangan.

KPA melarang pengibaran bendera Bintang Bulan dan aksi anarkis lainnya.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kedamaian dan stabilitas di Aceh.

Sebagai alternatif, KPA mendorong masyarakat Aceh untuk merayakan Milad GAM dengan cara yang lebih positif, antara lain melalui doa bersama, santunan anak yatim, dan kegiatan amal di berbagai wilayah.

Lihat Juga:  Renata Berliana Juara Aquathlon Sprint Distance Putri PON XXI

Muzakir Manaf menekankan bahwa peringatan ini seharusnya menjadi ajang untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi Aceh.

Azhari Cage, Juru Bicara Komando Pusat Aceh (KPA), menyatakan bahwa Milad GAM ke-48 merupakan momen untuk merefleksikan perdamaian dan persatuan.

Ia menegaskan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar acara tahunan, tetapi juga kesempatan untuk menghargai nilai-nilai kebersamaan.

“Mari kita peringati Milad ini dengan doa bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam syuhada,” ujar Azhari. Ia mengingatkan agar masyarakat Aceh tetap menjaga persatuan dan menahan diri dari provokasi yang dapat merusak stabilitas.

Azhari menekankan bahwa peringatan ini bertujuan untuk mempererat semangat persaudaraan di Aceh.

Lihat Juga:  Harga Daging Mulai Merangkak Naik di Aceh Singkil, Per Kilogram Dijual Rp 160 Ribu

Hal ini sejalan dengan semangat perdamaian yang terjalin pasca perjanjian MoU Helsinki.

Menurut KPA, peringatan Milad GAM tahun ini bertujuan untuk menjaga kondisi harmonis di Aceh.

Pendekatan damai ini di harapkan dapat memperkuat perdamaian yang telah tercipta setelah bertahun-tahun menghadapi konflik.

KPA juga menegaskan bahwa peringatan Milad ini seharusnya lebih menekankan pada kegiatan yang mempererat rasa kebersamaan, dan bukan pada hal-hal yang dapat memecah belah masyarakat.

Hal ini juga menjadi salah satu komitmen mereka untuk terus mendukung perdamaian yang terwujud pasca penandatanganan MoU Helsinki pada 2005.

Langkah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Aceh dan masyarakat luas, yang menganggap bahwa peringatan yang damai ini menjadi simbol kemajuan dalam menjaga stabilitas di Aceh.

Lihat Juga:  Mendalamnya Ungkapan dalam Lirik Nazam Aceh

Azhari Cage menyatakan bahwa pengibaran bendera Bintang Bulan tidak di atur secara tegas oleh KPA.

Ia menambahkan bahwa pemerintah setempat harus menangani hal tersebut.

Tujuannya adalah memastikan semua pihak menjaga kedamaian dan menghormati kesepakatan yang ada.

Dengan peringatan yang lebih sederhana dan khidmat, masyarakat Aceh di harapkan menjaga semangat persatuan dan menghormati sejarah.

Hal ini juga bertujuan untuk berkontribusi pada kemajuan dan perdamaian yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News

Ikuti juga Sosial Media kami di Facebook dan Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *