Aceh, Gema Sumatra – Junaidi (30), seorang pedagang kios di Gampong Cot Teungoh, Pidie, di begal oleh seorang pria remaja pada Sabtu (19/10/2024) sekitar pukul 06.15 WIB.
Kejadian tragis ini membuat Junaidi mengalami luka dan harus di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Menurut penuturan korban, saat itu Junaidi sedang membersihkan kiosnya ketika pelaku datang dengan sepeda motor, tampak seperti seorang pembeli biasa.
Pelaku awalnya membeli sebatang rokok dan air kemasan, lalu meminta izin untuk duduk sebentar di kios.
Namun, gerak-gerik pelaku sudah mencurigakan bagi Junaidi sejak awal, terutama ketika pelaku memindahkan sepeda motornya lebih dekat ke kios.
Meski demikian, korban tetap melayani pelaku seperti biasa.
Ketegangan memuncak ketika pelaku kembali meminta rokok.
Saat Junaidi membelakangi pelaku untuk mengambil barang yang di minta, pelaku langsung menyerangnya dengan pisau dari arah belakang.
Serangan tersebut mengenai punggung bagian atas Junaidi, membuatnya terluka parah. Meski dalam kondisi terluka, Junaidi tidak tinggal diam.
Ia berusaha melawan pelaku dalam duel singkat di dalam kios, yang berujung pada terlemparnya pelaku keluar dari kios.
Pelaku yang terjatuh di luar kios masih berusaha mengancam dengan pisau, namun akhirnya memutuskan untuk kabur.
Sementara itu, Junaidi yang mengalami luka akibat tusukan langsung di larikan ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, kasus ini telah di tangani oleh pihak Polres Pidie, yang tengah berupaya mengidentifikasi pelaku yang belum di ketahui identitasnya.
Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat terkait meningkatnya aksi kriminal di daerah tersebut.
Polres Pidie mengumpulkan bukti-bukti dari lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas pelaku.
Mereka juga tengah mengejar pelaku untuk segera di tangkap.
“Kami berkomitmen untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan menghadirkan pelaku ke pengadilan,” kata seorang anggota polisi yang terlibat dalam penyelidikan.
Dalam perspektif lebih luas, kasus ini menyoroti perlunya peningkatan keamanan di wilayah pedesaan yang seringkali rentan terhadap aksi kriminal seperti begal.
Selain itu, perlawanan yang dilakukan oleh korban juga menggambarkan keberanian warga yang tak segan melawan meski dalam kondisi terancam.
Junaidi saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak keluarga berharap pelaku segera di tangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Kasus-kasus seperti ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga memunculkan trauma psikologis bagi korban dan keluarganya.
Beberapa ahli kriminologi menyarankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi para pedagang, terutama mereka yang beroperasi di tempat-tempat yang cenderung sepi pada pagi atau malam hari.
Mereka juga menyarankan kolaborasi yang lebih kuat antara warga dan aparat kepolisian untuk memperkuat sistem keamanan di daerah-daerah yang rawan.
Sampai saat ini, masyarakat menantikan perkembangan terbaru dari penyelidikan pihak kepolisian, berharap pelaku dapat segera di tangkap sebelum terjadi insiden serupa yang lebih buruk.
Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News






