JAKARTA, Jumat, 10 April 2026, 08.20 WIB — BMKG mencatat 1.378 gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,6 di Maluku Utara. Frekuensinya disebut menurun, tetapi aktivitas seismik diperkirakan baru akan meluruh penuh dalam dua sampai tiga pekan sejak gempa utama.
Data harian BMKG menunjukkan tren penurunan dari ratusan kejadian pada hari-hari awal ke angka yang lebih rendah pada hari berikutnya. Meski demikian, gempa susulan masih terus tercatat dan sebagian masih dirasakan masyarakat.
BMKG meminta warga tetap menjauhi bangunan retak atau rusak dan tidak terpancing informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Inti pesannya jelas: “waspada” tetap diperlukan sampai aktivitas gempa benar-benar mereda.
Walau pusat perhatian ada di Maluku Utara dan Sulawesi Utara, pelajaran mitigasinya penting juga untuk Sumatra yang sama-sama berada di wilayah rawan gempa. Kesiapan tas siaga, jalur evakuasi, dan disiplin memeriksa informasi resmi tetap menjadi langkah dasar yang relevan.
BMKG sebelumnya menjelaskan gempa utama bersifat dangkal dan terkait deformasi kerak bumi. Setelah rangkaian besar seperti ini, susulan dalam jumlah banyak bukan hal aneh, sehingga kewaspadaan warga harus dijaga tanpa menimbulkan kepanikan.
Untuk layanan publik, warga dianjurkan mengikuti pembaruan BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat, terutama jika rumah berada dekat pesisir atau mengalami kerusakan struktural setelah guncangan awal.






