Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

91 Ribu Anak di Sumatera Utara Belum Pernah Divaksin, Pemprov Siapkan Intervensi Langsung

Pemprov Sumut luncurkan program lapangan untuk jangkau anak yang belum divaksin

anak zero‑dose Sumut 2025
anak zero‑dose Sumut 2025

GEMASUMATRA.COM – Pemprov Sumatera Utara mencatat bahwa pada tahun 2024 tercatat 91.636 anak belum menerima vaksin dasar sama sekali (zero‑dose).

Hingga Juli 2025, angka anak zero‑dose meningkat menjadi 96.806 anak atau sekitar 24 % dari total populasi anak di wilayah ini.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemprov Sumut karena anak-anak zero‑dose sangat rentan terhadap penyakit yang seharusnya sudah bisa dicegah, seperti polio, difteri, campak, hepatitis, dan tuberkulosis.

Baca Juga:  Pemerintah Hitung Kebutuhan Pemulihan Banjir Sumatra Rp 51,82 triliun

Rapat percepatan penurunan zero‑dose dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Sumut, Kahiyang Ayu, bersama Sekdaprov Togap Simangunsong di Kantor Gubernur Sumut pada 25 Juli 2025.

Dalam rapat tersebut, disepakati langkah intervensi langsung: menjangkau keluarga zero‑dose melalui jaringan Posyandu dan Dasawisma hingga ke tingkat rumah tangga.

Kahiyang Ayu menekankan pentingnya sinergi dengan komunitas dan NGO, terutama di wilayah terpencil yang selama ini sulit tercapai layanan imunisasi:

Baca Juga:  Inflasi Sept: Sumut 5,32%; Riau 5,08%; Sumbar 4,22%

“PKK punya jaringan hingga tingkat Dasawisma yang menjangkau rumah-rumah warga. Ini yang akan kami maksimalkan bersama Posyandu untuk mendeteksi dan menindaklanjuti kasus anak-anak yang belum pernah divaksin.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, mengingatkan kembali risiko munculnya kembali penyakit yang sudah pernah ditangani:

“Polio misalnya, kita sempat mendapat sertifikat bebas polio di 2014. Tapi di 2024 muncul lagi kasus baru. Ini sangat mengkhawatirkan.”

Pelaksanaan strategi ini melibatkan OPD terkait, pemerintah kabupaten/kota, komunitas lokal, dan NGO untuk memberikan deteksi, edukasi, dan vaksinasi lapangan langsung ke keluarga‑keluarga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *