Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Bengkel di Padangsidimpuan Terbakar, Pemilik Meninggal

Polisi menyebut dugaan awal korban mengalami serangan jantung.

Mobil Pemadam Kebakaran
Mobil Pemadam Kebakaran

[PADANGSIDIMPUAN], Jumat, 16 Januari 2026, 09.30 WIB — Kebakaran melanda bengkel dua lantai di Desa Sabungan Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Selasa (13/1/2026) siang. Pemilik bengkel, Ali Bahri Sagala (50), meninggal setelah ikut memadamkan api dan kemudian jatuh tak sadarkan diri.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan dilaporkan berawal dari lantai atas bangunan. Warga sekitar membantu pemadaman awal sebelum penanganan lanjutan dilakukan. Bengkel tersebut dikenal warga setempat sebagai tempat usaha sekaligus aktivitas harian pemiliknya.

Dari informasi yang dihimpun, Ali Bahri sempat berupaya memadamkan api bersama warga, lalu berpindah ke warung di seberang jalan. Di lokasi itu korban tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri. Korban dibawa ke RSUD Padangsidimpuan, namun dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan sekitar Rp 15 juta.

Baca Juga:  Lapas Gunungsitoli: Kalapas Diperiksa, Plh Ditunjuk

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna menjelaskan bahwa korban sempat ikut memadamkan api sebelum kondisi kesehatannya memburuk. “Usai ikut berupaya memadamkan api… tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip media setempat. Polisi menyebut dugaan awal korban meninggal bukan karena luka bakar, melainkan diduga terkait kondisi kesehatan yang dipicu situasi panik.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Hujan Sedang di Medan Hari Ini

Bagi warga sekitar, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat menghadapi kebakaran—terutama di bangunan berbahan mudah terbakar dan memiliki instalasi listrik yang padat. Sejumlah warga juga menyoroti perlunya pemilik usaha kecil menengah memeriksa instalasi listrik berkala, menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), dan memastikan jalur evakuasi tidak terhalang.

Menurut keterangan dari pihak pemadam kebakaran setempat, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada arus pendek listrik. Namun, kepolisian menegaskan penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan sumber api, termasuk pemeriksaan titik awal kebakaran dan kondisi instalasi di lantai atas.

Baca Juga:  Makna & Lirik Singkat “Bangun Pemudi Pemuda”

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki usaha berbasis bengkel atau gudang—terutama yang menyimpan bahan mudah terbakar—untuk meningkatkan kewaspadaan, mematikan sumber listrik saat tidak digunakan, dan segera menghubungi petugas bila muncul asap atau percikan yang mencurigakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *