[PEKANBARU, Riau], Minggu, 19 Oktober 2025, WIB — Harga beras konsumen menunjukkan tren koreksi pada pertengahan Oktober. Data Panel Harga Bapanas per 18–19 Oktober 2025 merekam harga beras SPHP rata-rata nasional turun di bawah HET Rp 12.500/kg; sedangkan beras medium bergerak turun di kisaran Rp 13.7 ribu/kg. Di Aceh, 18 Oktober, beras medium tercatat Rp 13.963/kg dan beras SPHP Rp 12.842/kg. Di Sumatera Selatan, komoditas cabai fluktuatif, namun beras relatif stabil.
Di sisi pasokan, Bulog Sumsel-Babel menyalurkan 12.677 ton beras SPHP hingga 11 Oktober 2025. Bulog Sumut mencatat penyaluran 28.070 ton (sekitar 60% melalui GPM) per awal Oktober. Secara nasional, Bapanas menyebut realisasi SPHP hingga 4 Oktober menembus 438 ribu ton, bagian dari intervensi di 214 kabupaten/kota yang harganya masih di atas HET.
Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas — “Intervensi harga pangan difokuskan pada 214 kabupaten/kota, melalui penyaluran beras Bulog yang lebih murah dari pasar.”
Bagi rumah tangga di Sumatra, penurunan bertahap ini meredakan beban belanja jelang musim hujan. UMKM kuliner mendapat ruang menjaga harga jual. Namun, disparitas antardaerah tetap mungkin; distribusi ke pulau dan daerah terpencil perlu GPM lanjutan dan monitoring stok.
Sebagai pembanding, awal Oktober Bapanas menyatakan harga beras medium nasional turun dari posisi akhir September. Dengan dukungan SPHP dan operasi pasar, pemerintah menargetkan stabilisasi hingga akhir tahun, bersanding dengan penyaluran bantuan pangan beras Oktober–November.
Langkah berikut bagi pemda: menjaga kelancaran pasokan dari gudang Bulog, memperbanyak GPM di kecamatan padat, dan publikasi harga referensi harian. Warga dapat memantau papan harga pasar dan memilih beras SPHP berlabel sesuai aturan.






