PEKANBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau tetap menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) meski kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut dilaporkan telah nihil.
Operasi dilanjutkan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi kering berlangsung dalam waktu lama.
OMC Dilanjutkan hingga Musim Hujan
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal menyampaikan OMC akan terus dilakukan sampai kondisi cuaca benar-benar memasuki musim hujan. Pesawat pelaksana modifikasi cuaca akan diterbangkan ketika terdeteksi awan yang dinilai potensial untuk penyemaian.
Strategi tersebut digunakan untuk menambah peluang hujan dan membantu membasahi area rawan kebakaran. Meski titik kebakaran yang sebelumnya masih aktif telah dipadamkan, pemerintah daerah menilai kondisi kering tetap perlu diantisipasi.
Titik Kebakaran Sebelumnya Sudah Padam
BPBD Riau sebelumnya masih menangani kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. Titik-titik tersebut kini dilaporkan telah padam.
Kondisi nihil karhutla tidak berarti pengawasan dihentikan. Lahan gambut dapat kembali mengering ketika curah hujan rendah, sehingga patroli, pemantauan titik panas, dan operasi pencegahan tetap dibutuhkan.
Luas Lahan Terbakar 2026 Lebih dari 20 Ribu Hektare
Data BPBD Riau mencatat luas lahan yang terbakar selama 2026 mencapai sekitar 20.597,23 hektare. Bengkalis menjadi wilayah dengan luas terdampak terbesar, sekitar 8.569,25 hektare.
Pelalawan tercatat sekitar 6.710,21 hektare, disusul Indragiri Hulu sekitar 1.631,95 hektare dan Indragiri Hilir sekitar 1.381,54 hektare. Kebakaran juga terjadi di Dumai, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, Kampar, Kuantan Singingi, Pekanbaru, dan Rokan Hulu.
Pemerintah daerah menilai upaya pencegahan tetap penting karena perubahan kondisi cuaca dapat meningkatkan kembali risiko kebakaran. Pengendalian karhutla di Riau juga memiliki dampak lintas wilayah karena asap dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Sumber data: ANTARA dan BPBD Damkar Riau, 27–28 September 2026.






