Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Marapi Erupsi, PVMBG Minta Warga Agam–Tanah Datar Jauhi 3 Km

Imbauan juga mencakup kewaspadaan lahar di aliran sungai berhulu puncak saat hujan.

Status Marapi Waspada 3 km
Status Marapi Waspada 3 km

BUKITTINGGI, Minggu, 11 Januari 2026, 09.40 WIB — Aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali jadi perhatian setelah erupsi pada Kamis, 8 Januari 2026. PVMBG meminta warga Kabupaten Agam dan Tanah Datar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar terutama saat hujan.

Erupsi Marapi tercatat terjadi pukul 08.41 WIB. Lokasi gunung berada di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Agam, sehingga rekomendasi keselamatan berlaku untuk masyarakat dan pengunjung di kedua wilayah tersebut, termasuk kawasan yang kerap jadi jalur pendakian dan aktivitas wisata.

Berdasarkan laporan pengamatan, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 milimeter dan durasi sekitar 17 detik. Dalam laporan yang dirujuk sejumlah media, kolom abu tidak teramati secara visual dari pos pengamatan pada momen kejadian itu. Status aktivitas Marapi dilaporkan berada pada Level II (Waspada).

Baca Juga:  Marapi Level II, Radius 3 Km Steril di Sumatra Barat

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Teguh Purnomo, menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat. “Jangan masuk radius 3 kilometer, dan waspadai lahar di sungai saat hujan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip media, merujuk rekomendasi PVMBG.

Bagi warga di nagari-nagari sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak, kewaspadaan lahar menjadi poin penting, terutama jika hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, masyarakat diminta menyiapkan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan bila terjadi hujan abu.

Baca Juga:  Marapi Erupsi 04.40 WIB, Waspada Lahar Dingin

Sebagai latar belakang, Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat. Aktivitasnya kerap bersifat fluktuatif, dan pembatasan jarak aman menjadi langkah mitigasi utama untuk menekan risiko bagi penduduk, pendaki, serta pelaku usaha wisata di sekitar Agam dan Tanah Datar.

Ke depan, warga diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, dan instansi kebencanaan setempat. Jika terjadi peningkatan aktivitas atau hujan abu, warga disarankan membatasi aktivitas luar ruang, melindungi sumber air bersih, serta mengutamakan keselamatan anak-anak dan lansia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *