[LAMPUNG SELATAN], Jumat, 2 Januari 2026, 07.40 WIB — Puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Operator penyeberangan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk skema pengendalian antrean dan kesiapsiagaan armada, untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jasa.
Di lintasan Merak–Bakauheni, jumlah kapal yang beroperasi disebut dapat ditambah saat terjadi kepadatan. Selain penguatan armada, koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan lain dilakukan untuk menyesuaikan kelayakan berlayar, terutama jika cuaca memburuk.
Data penyeberangan menunjukkan adanya pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bakauheni menuju Merak. Dalam salah satu pembaruan, jumlah penumpang tercatat puluhan ribu orang, sementara kendaraan mencapai ribuan unit—dengan kenaikan paling terasa pada kategori truk dan bus.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026,” ujar Windy Andale, Corporate Secretary ASDP — “kesiapsiagaan terus dijaga untuk kelancaran dan keselamatan.”
Bagi warga Lampung dan pemudik dari Sumatra, dampak praktis yang perlu diantisipasi adalah potensi antrean panjang menuju pelabuhan, perubahan jadwal karena cuaca, serta kepadatan lalu lintas pada akses jalan menuju Bakauheni. Pengguna jasa diimbau menyiapkan waktu cadangan, memastikan kondisi kendaraan prima, serta membawa kebutuhan dasar selama perjalanan.
Selain itu, pengaturan “buffer zone” dan sistem penundaan (delaying system) kerap diterapkan saat volume kendaraan meningkat. Skema ini bertujuan mencegah penumpukan di area dermaga dan menjaga keselamatan pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan.
Sebagai latar belakang, periode arus balik Nataru biasanya terkonsentrasi pada beberapa hari setelah puncak liburan. Pada periode ini, manajemen penyeberangan sangat bergantung pada faktor cuaca, ketersediaan kapal, dan ketertiban pengguna jasa dalam mengikuti rute serta arahan petugas.
Langkah lanjut yang disarankan: pantau pengumuman resmi operator/otoritas setempat di pelabuhan, datang sesuai jadwal tiket, patuhi arahan petugas saat pengaturan antrean, dan tunda perjalanan bila kondisi cuaca dinyatakan tidak memungkinkan untuk berlayar demi keselamatan.






