Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Tragedi KA–Avanza di Tebing Tinggi: Korban 9, KAI Minta Waspada

Insiden di perlintasan tanpa palang memicu sorotan keselamatan lintasan sebidang

Kecelakaan kereta Tebing Tinggi 9 korban (GOWTHAM AGM)
Kecelakaan kereta Tebing Tinggi 9 korban (GOWTHAM AGM)

TEBING TINGGI, Minggu, 25 Januari 2026, 04.46 WIB — Kecelakaan antara KA Sribilah Utama dan minibus Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menewaskan sembilan orang pada Rabu petang. Kepolisian menyelidiki penyebab, sementara KAI mengingatkan pengguna jalan disiplin memastikan jalur aman sebelum melintas.

Insiden terjadi di perlintasan sebidang yang tidak terjaga, disebut berada pada kilometer 83+300, petak jalan antara Stasiun Laut Tador–Stasiun Tebing Tinggi, pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 18.24 WIB. Dalam perkembangan berikutnya, pihak kepolisian menyampaikan jumlah korban meninggal bertambah menjadi sembilan orang setelah seorang korban yang sempat dirawat dinyatakan meninggal dunia.

Data yang beredar dari kepolisian dan pemberitaan menyebut seluruh korban jiwa merupakan penumpang minibus. Tidak ada laporan korban jiwa dari penumpang kereta. KAI juga menyampaikan adanya keterlambatan perjalanan kereta akibat proses penanganan dan perbaikan pada rangkaian, sebelum kembali diberangkatkan menuju Medan.

Baca Juga:  Gubernur Sumatera Utara Tetapkan Enam Kabupaten Siaga Darurat Karhutla

“Iya, terbaru satu orang lagi meninggal dunia, jadi sembilan orang,” kata Kombes Ferry Walintukan (Kabid Humas Polda Sumut) saat dimintai keterangan terkait pembaruan jumlah korban.

Dari sisi operator, KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan duka cita dan meminta masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga. KAI menekankan perlunya memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas, karena kereta memiliki jarak pengereman panjang dan prioritas perjalanan di jalurnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun Libatkan 8 Kendaraan di Subang

“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban… menjadi pengingat… untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat melintasi jalur kereta api,” ujar Anwar Yuli Prastyo (Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut) dalam keterangan yang dimuat sejumlah media.

Bagi warga sekitar, dampak langsung terasa pada aktivitas mobilitas—mulai dari pengalihan arus di sekitar lokasi, meningkatnya kekhawatiran melintas pada perlintasan tanpa palang, hingga munculnya permintaan evaluasi keselamatan. Perlintasan sebidang di banyak wilayah Sumatra masih menjadi titik rawan karena kedisiplinan berlalu lintas tidak selalu sejalan dengan kondisi sarana pengaman.

Baca Juga:  Inflasi Sept: Sumut 5,32%; Riau 5,08%; Sumbar 4,22%

Sebagai tindak lanjut, warga diimbau menerapkan prinsip aman sebelum melintas: berhenti sejenak, menengok kanan-kiri, mendengar isyarat, dan hanya melintas bila benar-benar aman. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan mengevaluasi perlintasan rawan, termasuk penertiban “lintasan liar”, penguatan rambu, penerangan, dan pengaman tambahan sesuai kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *