Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

Anak Haji Isam Akuisisi 15% Saham KFC Indonesia, Perkuat Bisnis Ayam Terintegrasi

Liana Saputri akuisisi 15% saham JAI, targetkan efisiensi bisnis ayam cepat saji

KFC Indonesia
KFC Indonesia

Jakarta, GemaSumatra.com – Liana Saputri, putri dari pengusaha tambang ternama asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, kembali menjadi sorotan publik setelah resmi mengakuisisi 15 persen saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), mitra eksklusif waralaba KFC Indonesia. Transaksi senilai Rp 54,44 miliar ini dilakukan melalui perusahaan afiliasi miliknya, PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN), pada akhir Juni 2025.

Langkah ini secara langsung menempatkan Liana sebagai salah satu tokoh kunci dalam struktur pemegang saham KFC Indonesia. SFN, yang dipimpin olehnya, kini menggenggam 15 persen saham JAI, sementara mayoritas tetap dimiliki oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dengan porsi 55 persen.

Manajemen FAST menjelaskan bahwa aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur modal JAI dan menciptakan sinergi dalam rantai pasok ayam, mengingat SFN juga berkiprah di sektor peternakan dan pengolahan ayam. “Ini bagian dari strategi hulu-hilir untuk efisiensi dan penguatan distribusi,” jelas perwakilan FAST dalam keterangannya kepada media.

Baca Juga:  KFC Indonesia Rugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai Akibat Krisis

Pasar merespons positif langkah ini. Saham FAST melonjak signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA), dengan kenaikan 24,46 persen hanya dalam sehari. Volume transaksi pun melonjak, menunjukkan minat investor terhadap prospek baru dalam bisnis restoran cepat saji yang sempat terdampak tekanan boikot konsumen tahun lalu.

Analis pasar modal Muhammad Wafi dari KISI menilai akuisisi ini sebagai langkah strategis. “Dengan kehadiran tokoh muda seperti Liana yang berasal dari keluarga konglomerat, investor melihat potensi pembaruan dalam model bisnis JAI. Terutama dalam efisiensi pasokan bahan baku,” katanya.

Baca Juga:  Naik Lagi! Ini Update harga emas 1 gram hari ini di Pegadaian dan Antam

Liana Saputri sendiri bukan nama baru dalam dunia bisnis. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), perusahaan sawit yang juga bagian dari Jhonlin Group, milik Haji Isam. Berpendidikan di Santa Monica College, AS, Liana dikenal aktif mengembangkan portofolio bisnis keluarga, dari tambang, energi, hingga kini restoran cepat saji.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 14 Juli 2025, Stabil di Rp1,91 Juta per Gram

Masuknya Liana ke struktur pemilik JAI menandai perluasan ekspansi bisnis Jhonlin Group ke sektor konsumsi massal. Pengamat ekonomi menilai ini sebagai indikasi bahwa generasi kedua pengusaha Indonesia mulai mengambil alih peran penting dalam struktur ekonomi nasional.

Namun tantangan tetap ada. Selain dinamika pasar ayam dan fluktuasi biaya operasional, industri makanan cepat saji kini menghadapi perubahan pola konsumsi dan ekspektasi publik terhadap keberlanjutan dan etika bisnis.

Meski demikian, akuisisi ini menjadi bukti bahwa strategi integrasi vertikal—dari produksi ayam hingga distribusi ke restoran—menjadi senjata utama bagi JAI dalam mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan profitabilitas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *