JAKARTA, 7 Juli 2025 — Fenomena aplikasi penghasil saldo DANA kembali menjadi tren di kalangan masyarakat digital Indonesia. Iming-iming saldo gratis yang bisa dicairkan hanya dengan menyelesaikan misi seperti menonton video, membaca berita, atau bermain gim membuat aplikasi semacam ini digemari, terutama oleh kalangan muda.
Namun, di balik popularitasnya, sejumlah pakar keamanan digital dan otoritas menyuarakan peringatan. Banyak aplikasi yang beredar di luar toko resmi, atau meminta data pribadi dan bahkan deposit uang, berpotensi menjadi sarang penipuan berkedok hadiah instan.
“Aplikasi yang meminta akses ke data sensitif seperti PIN, OTP, atau mengharuskan transfer uang sebagai syarat pencairan hadiah adalah red flag,” tegas analis keamanan siber dari ICT Watch, Damar Juniarto.
Di antara yang paling banyak dibahas di media sosial adalah nama-nama seperti Mager, Fizzo Novel, CashPop, dan ClipClaps. Sementara beberapa benar-benar membayar pengguna, banyak juga yang menjebak dalam skema ponzi atau menunda penarikan dana tanpa kejelasan.
Sebaliknya, beberapa aplikasi justru dinilai cukup aman dan transparan. Surveyon, Jakpat, BuzzBreak, TikTok Creator Fund, dan Neo+ (Neobank) tercatat sebagai aplikasi yang telah memiliki rekam jejak pembayaran jelas, tanpa meminta akses berlebihan.
Selain itu, beberapa gim ringan seperti Mermaid Tales, Monster Trainer, dan Tile Win Cash juga mulai dikenal sebagai sarana hiburan yang sekaligus memberi keuntungan. Meski hasilnya tak besar, aktivitas ini menjadi sumber tambahan kecil yang sah.
Pemerintah melalui Kominfo dan OJK mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store atau App Store. Selain berpotensi membawa malware, banyak aplikasi abal-abal menyalahgunakan izin akses dan mencuri data pengguna.
Warga juga diminta untuk memahami bahwa tidak ada cara instan untuk mendapatkan uang secara online. “Jangan tergoda hanya karena saldo DANA kaget atau testimoni palsu. Cek legalitas aplikasi dan cari review pengguna asli,” tambah Damar.
Situs seperti Liputan6, Tirto, dan Metro TV telah menerbitkan daftar aplikasi legal dan daftar peringatan aplikasi yang mencurigakan. Pengguna disarankan melakukan verifikasi sebelum menginstal dan selalu membaca syarat serta ketentuan penggunaan secara detail.






